POJOKSATU.id, SUMUT - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Utara (Sumut) mengaku ada berkomunikasi dengan mantan gubernur Sumut periode 2018-2023, Edy Rahmayadi.

Bendahara DPW PKB Sumut, Zeira Salim Ritonga mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pembicaraan tipis-tipis.

“Pak Edy Rahmayadi dan kita ada pembicaraan tipis-tipis. Baru Pak Edy, karena kita kemarin kan sama di Pilpres. Jadi barang tentu seringlah kita bertemu dengan Pak Edy dan juga beberapa pengurus PKB,” kata Zeira Salim Ritonga, seperti dikutip Pojoksatu, Rabu (27/3/2024).

Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama, Tapi 4 Orang Mengalami Sesak Napas

Menurut Zeira, siapa yang diusung PKB di Pilgubsu merupakan ranah DPP, sedangkan DPW PKB Sumut hanya memberikan rekomendasi ke pimpinan pusat.

“Jadi beliu sempat tanya, bagaimana PKB? Masih sebatas itu. Tapi itu belum final atau belum mengikatlah. Kalau bicara peluang, pasti ada. Peluang itu ada saja pada siapapun yang nanti akan maju,” ungkapnya.

Zeira yang juga anggota DPRD Sumut ini mengatakan, saat ini PKB sedang melakukan konsolidasi di internal partai mengenai siapa yang akan diusung, baik itu untuk pemilihan gubernur, wali kota, dan bupati.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Kecelakaan di Gerbang Tol Halim Utama, Sopir Ugal-ugalan Berakhir Truk Terbalik

“Tetapi dalam konteks ini kita membuka semua peluang kepada bakal calon yang akan maju di Pilgubsu dan mau berkoalisi dengan PKB. Termasuk untuk eksternal, karena ada beberapa tokoh yang mungkin kita lihat punya potensi besar,” ungkapnya.

Ditambahkan Zeira jika secara internal, PKB sudah membuka peluang untuk calon kepala daerah dari tingkat gubernur, wali kota, dan bupati.

“Secara internal, kita membuka peluang itu kepada seluruh bakal calon yang ingin maju di pilkada 2024,” tambahnya.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama, 5 Mobil Berhamburan, Gardu 2 dan 3 Hancur

Zeira mengakui, pada Pilkada 2024 mendatang PKB tentu tidak bisa mengusung sendiri karena hanya meraih empat kursi di DPRD Sumut.


Namun Zeira mengatakan, koalisi PKB, NasDem, dan PKS yang terbangun di Pilpres 2024 tidak bisa juga menjadi acuan di Pilkada Sumut mendatang.

“Koalisi di Pilpres tidak bisa jadi acuan di Pilgubsu. Tidak jadi tolok ukur, karena inikan konteksnya Pilkada. Kalau pilkada ini tentu berbeda, ya perlakuannya dengan presiden. Karenakan partai-partai ini ada yang tidak ikut PT 20 persen. Ada partai tidak lolos di senayan tapi lolos didaerah itukan barang tentu tidak harus tegak lurus,” sebutnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Hakim Akan Bebaskan Terdakwa PT SBS

Zeira juga memastikan, saat ini PKB belum menentukan dengan partai apa berkoalisi. Hanya saja, PKB mempersilahkan tokoh-tokoh yang akan maju di Pilkada nanti membangun komunikasi politik dengan partai lain dan juga PKB sendiri.

“Kita belum menentukan dengan siapa yang penting saat ini, kita membuka peluang kepada seluruh bacalon. Memang kita tidak bisa mengusung sendiri karena kita cuman meraih 4 kursi di DPRD Sumut,” sebut Zeira. ***