POJOKSATU.id - Momen salaman antara Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan publik.

Kini AHY menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN). Keduanya bertemu saat sidang kainet paripurna di Istana Negara, Senin (26/2/2024).

Dalam foto yang beredar, keduanya bersalaman dan saling berbincang singkat.

Baca Juga: Luncurkan Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030, Sediakan DAK, Kemendikbudristek Minta Sekolah Perhatikan Akses Sanitasi Siswa

Saat rapat paripurna bersama Presiden Joko Widodo berlangsung, Moeldoko berada di sisi kanan deretan kursi depan, sedangkan AHY berada di belakangnya.

Publik masih mengingat, bahwa Moeldoko dan AHY pernah terlibat perseteruan yang dipicu oleh konflik kepengurusan Partai Demokrat.

Konflik Moeldoko dan AHY
Pada 1 Februari 2021, AHY menyelenggarakan konferensi pers dan menyebut ada sebuah gerakan yang mengarah kepada upaya pengambilan kepemimpinan Partai Demokrat.

Baca Juga: PDIP Masih Kuasai Kursi DPRD Pematangsiantar, Disusul Golkar dan Nasdem, Suara Masuk KPU 66,71 Persen

Melalui akun Youtubenya, AHY mengatakan jika ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang dilakukan secara paksa mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga mengatakan jika gerakan tersebut melibatkan lima orang, empat diantaranya merupakan mantan kader Partai Demokrat, dan satu orang lainnya merupakan pejabat penting pemerintahan di lingkar kekuasaan Presiden Jokowi.

Para elite tersebut, kata AHY, menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti pimpinan Partai Demokrat.

Baca Juga: Akui Pernah Ditawari Jadi Simpatisan Paslon, Oki Rengga Menolak dengan Alasan Ini

KLB Partai Demokrat di Deli Serdang
Sebulan setelah konfrensi pers itu, terjadi KLB pada 5 Maret 2021, di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Hasil dari KLB itu mengatakan jika KSP Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, ia berhasil dengan proses voting.

Selanjutnya, AHY didampingin jajaran petinggi Partai Demokrat dan 34 orang DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia mendatangi kantor Kemenkumham.

Baca Juga: Pembangunan Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow: Upaya Menuju Masa Depan Pengelolaan Air dan Energi

Tak mau kalah, Partai Demokrat kubu KLB Deli Serdang juga melakukan hal yang sama.

Mereka menyerahkan hasil KLB yang telah digelar ke Kemenkumham sehari setelahnya, Selasa (9/3/2021).

Kisruh itu pun berlanjut ke jalur hukum. Pada 3 Oktober 2023, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Moeldoko terkait kepengurusan Partai Demokrat.

Baca Juga: 4 Instruktur Safety Riding Honda Bakal Unjuk Gigi di Kompetisi Internasional

Moeldoko sempat mengajukan peninjauan kembali (PK). Namun MA kembali menolaknya pada 10 Agustus 2023.

Pada akhirnya, AHY tetap melanjutkan kepemimpinannya di Partai Demokrat.

Pada Pemilu 2024, partai ini kemudian mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Lima Tahun Alami ALS, Aktor Film 'Star Trek : Discover' Kenneth Mitchell Meninggal Dunia

Publikpun dikejutkan dengan masuknya Partai Demokrat ke lingkaran pemerintah Jokowi, setelah 9 tahun lamanya menjadi oposisi.

Kini Ketua Umum Partai Demokrat, AHY menjabat sebagai Menteri ATR/BPN. ***