POJOKSATU.id, JAKARTA -- Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan kilas balik saat awal Prabowo mencari pendamping di Pilpres 2024.
Menurut Zulhas, dia sempat ngotot agar Erick Thohir yang jadi cawapres pendamping Prabowo. Namun dia menyebut ada 7 orang melakukan vote agar Gibran yang mendampingi Prabowo.
Gibran Rakabuming Raka seperti jalan tengah karena Zulhas maunya Erick, Golkar maunya Airlangga, Demokrat maunya AHY, dan PBB maunya Yusril Ihza Mahendra.
"Ini nggak mau, ini nggak mau, ini nggak mau, ini nggak mau, voting, voting. Saya dapat satu, Pak Airlangga dapat satu, Gibran dapat 7, ya akhirnya Gibran," kata Zulhas, Minggu (5/5/2024).
Dia menyebut kala itu sempat tidak mau Gibran mendampingi Prabowo. Zulhas bicara terkait politik merupakan kesepakatan.
"Jadi politik ini kan kesepakatan. Nah itu juga saya jelaskan, oh saya nggak setuju si ini kenapa Gibran jadi wapres. Saya maunya ini ya, ya kan Golkar maunya Airlangga, Saya maunya Pak Erick, maunya. Ketemunya mana? Ketemunya Mas Gibran. Kesepakatan. Karena ngotot," kata Zulhas seperti dilansir detikcom.
"Saya ngotot saya nggak mau dong, kalau Erick saya baru mau, kalau Golkar nggak bisa saya kan nomor dua harusnya Airlangga, (Demokrat) nggak bisa saya kan AHY. Nah gitu loh,” ujarnya.
Baca Juga: Ratusan Pembalap Adu Kecepatan di Kejurda Drag Bike IMI Jabar Seri 1 di Karawang
“Ketemu jalan tengah, jalan tengahnya namanya Gibran. Itulah politik. Belum tentu maunya kita, jadi nanti hasil kesepakatan gitu," ucap dia.
"Saya maunya Pak Erick, Golkar maunya Pak Airlangga ya kan, Demokrat maunya AHY, PBB maunya Yusril ya kan, ketemunya siapa? Gibran gitu loh," lanjutnya.***

