POJOKSATU.id, JAKARTA – Arah dukungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa belum pasti bakal kemana di Pilpres 2024. Padahal suara di Jatim ini cukup besar, 31.402.838 (31,4 juta) pemilih.

Golkar dan Demokrat menginginkan ke kubu Prabowo-Gibran, sebab Khofifah menjadi Gubernur Jatim berkat sokongan dua partai ini.

Di sisi lain, ternyata Khofifah Indar Parawansa ini masih tercatat sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini mengusung Anies- Cak Imin.

PKB bersama PKS dan NasDem telah membentuk Koalisi Perubahan dan mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sindir Anak Muda yang Andalkan Bapaknya : Sejatinya Kekuasaan Itu Adiktif

Politisi PKS Mardani Ali Sera mengajak Khofifah Indar Parawansa masuk koalisi Prabowo-Gibran.

"Monggo semua bebas menentukan. Tapi ini jadi ujian kesetiaan. Sangat baik jika kita politisi menunjukkan bahwa tiap kita setia dengan partai kita," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, saat dihubungi, Senin (23/10/2023).

Mardani menuturkan kader harus medukung hal-hal baik di partainya. Sementara kekurangan, kata Mardani, harus diperbaiki.

"Jika baik kita dukung, jika kurang kita perbaiki. Bukan contoh yang baik jika kita menujukkan sikap pragmatis dengan pindah partai tanpa alasan yang jelas. Apalagi karena alasan ingin maju kontestasi pemilu," ucapnya.

Baca Juga: Polri Sudah Terbitkan SKCK Gibran Rakabuming, Siapa yang Urus ke Jakarta, Apa Dispesialkan?

Sebelumnya, jubir Koalisi Indonesia Maju (KIM) Herman Khaeron mengajak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergabung ke dalam tim pemenangan Prabowo dan Gibran.

Herman menyebut hal ini karena sebelumnya Demokrat sempat mengusung Khofifah jadi cawapres Prabowo.

"Ya, harapannya begitu. Harapannya bahwa Bu Khofifah sebagai pimpinan daerah di Jatim sebagai entitas politik juga dulu pada waktu jadi Gubernur kan diusung oleh Golkar dan Demokrat, ya toh, pada waktu jadi Gubernur Golkar dan Demokrat," kata Herman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2023).

Ketua BPOKK Partai Demokrat ini menyebut Golkar dan partainya memiliki rekam jejak mendukung Khofifah di pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Partai Demokrat Rayu Khofifah Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Gibran, Suara Jawa Timur Rebutan Capres

Untuk itu, ia menilai dukungan Khofifah tak akan jauh dari dua partai ini.

"Sudah (diajak masuk tim). Pak Prabowo juga sudah ketemu di sana," jelasnya lagi.

Khofifah Masih Kader PKB

Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi mengatakan bahwa PKB siap mendukung Khofifah bila kembali maju di Pilgub Jatim 2024. Katanya, Khofifah masih kader PKB.

"PKB siap. Masak kader tidak diusung? Jelas siap dong. Masak kader sendiri tidak diusung?," kata Fauzan, Jumat (4/8/2023).

Baca Juga: NCW Minta Prabowo Mundur Jadi Capres, Rugikan Negara Rp 6 Triliun Gagal Kelola Proyek Food Estate

Fauzan menyatakan bahwa Khofifah adalah kader yang dibesarkan oleh PKB. Sampai hari ini Fauzan menyebutkan bahwa Khofifah masih merupakan kader PKB dan belum keluar.

"Beliau masih kader. Apa yang tidak buat kader sendiri? Bu Khofifah ya PKB," tegasnya.

Pemilih Jawa Timur 31,4 Juta

Sebanyak 31.402.838 masyarakat Jawa Timur masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2024.

Baca Juga: Saset Kompor

Jumlah ini merupakan hasil dari Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Provinsi Jawa Timur Pemilu 2024 pada Selasa, (27/6/2023).

Jumlah tersebut terdiri dari daftar reguler dan daftar pemilih pada lokasi khusus.

Untuk pemilih reguler sejumlah 31.300.483 tersebar di 120.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS), masing-masing terdiri dari 15.427.242 pemilih laki-laki dan 15.873.241 pemilih perempuan.

Sedangkan pemilih pada lokasi khusus sejumlah 102.355 yang tersebar di 416 TPS.****