POJOKSATU.id, JAKARTA-- Peneliti senior Universitas Paramadina Herdi Sahrasad memiliki kekhawatiran, kecemasan, dan kegelisahan soal Pemilu 2024 ini.

Dia berharap aparat keamanan dalam hal ini Polri dapat bersikap netral dalam Pemilu 2024. Jika tidak, dikhawatirkan bakal terjadi implikasi negatif terhadap institusi Polri.

Herdi Sahrasad menyebutkan, Polri tak memiliki fungsi politik. Hal ini jelas dalam Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 disebutkan bahwa Polri di bawah presiden, memiliki fungsi mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.

Baca Juga: Memang 'Agak Laen', Baru 12 Hari Tayang Capai 4 Juta Penonton, Bakal Imbangi 'Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss! Part 1'

“Bukan fungsi politik, karena jika sudah masuk politik praktis, itu jelas akan terjadi implikasi-implikasi negatif, yang menimbulkan kekhawatiran kecemasan dan kegelisahan,” kata Herdi dalam acara diskusi virtual yang digagas LP3ES, bertajuk Resiko Polisi Tidak Netral, Selasa (13/2).

 Herdi mengatakan pihaknya khawatir dengan pemilu saat ini, lantaran munculnya ketidaknetralan aparat penegak hukum dalam melaksanakan Pemilu 2024 ini.

Dia juga mempertanyakan soal legitimasi Pemilu karena Polri tidak netral.

Baca Juga: Memang 'Agak Laen', Baru 12 Hari Tayang Capai 4 Juta Penonton, Bakal Imbangi 'Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss! Part 1'

“Kita apakah masih legitimate pemilu dan pilpres kali ini? Itu kekhawatiran kami, kami terus terang, kami sangat gelisah, dengan kejadian-kejadian belakangan ini, karena tumpang tindihnya, itu kepolisian dalam konteks Pemilu,” ujarnya.

“Kelihatan sekali digiring dari atas ada komando entah secara langsung atau tidak langsung itu diarahkan untuk memenangkan paslon tertentu,” katanya lagi.***