POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pakantan, Parlan, meninggal dunia, diduga karena keracunan pestisida. Parlan meninggal dunia Sabtu (17/2) di RS Permata Madina.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Sumut, Muhammad Ikhsan Matondang, menyebut Ketua PPK Pakantan dibawa ke RS karena muntah-muntah.
“Diagnosa resmi dari dokter sementara ini karena keracunan. Kami baca dari media, kata Humas RS Permata Madina, keracunan pestisida,” kata Ketua KPU Madina dihubungi Minggu (18/2/2024).
Pihak KPU Madina sudah melayangkan surat resmi ke RS Permata Madina terkait penyebab kematian korban.
Ketua KPU menyebutkan, Ketua PPK Pakantan dibawa ke RS Permata Madina pada Jumat sore (16/2) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dan sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum meninggal pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB.
“Meninggal Sabtu sekitar jam 12.30 WIB di rumah sakit. Kata rumah sakit, Sabtu pagi sempat muntah-muntah,” ujar Ketua KPU.
Baca Juga: Rekonsiliasi Usai Pilpres 2024 Bisa Buat Mimpi SBY Jadi Kenyataan, Penentu Sejarahnya Prabowo
Ketua PPK Parlan sudah dimakamkan di Pakantan pada Minggu siang (18/2).
Terkait apakah dilakukan otopsi kepada jenazah korban oleh polisi sebelum dimakamkan, Ketua KPU Madina mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Disinggung apakah ada PPK atau KPPS atau petugas Pemilu lainnya yang sakit saat ini, Ikhsan menyebutkan ada beberapa, dan sempat dilakukan perawatan di RS.
“Ada yang kelelahan dan masuk rumah sakit dan sempat dilakukan perawatan,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pakantan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dikabarkan meninggal dunia hari ini, Sabtu (17/2).
Ketua PPK Kecamatan Pakantan, Parlan, meninggal dunia pada Sabtu, 17 Februari 2024, di RS Permata Madina Panyabungan, Madina, Sumut.***

