POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief membeberkan isi pertemuan antara Presiden Jokowi dengan mantan Presiden SBY di Istana Bogor, Senin (2/10/2023).

Isi pertemuan Jokowi dengan SBY menurut politisi Demokrat Andi Arief lebih luas ketimbang perihal partai dan urusan pemilu.

Andi Arief menyebut kapasitas SBY dalam pertemuan di Istana Bogor bukan mewakili Demokrat, namun sebagai mantan presiden, bukan SBY sebagai Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Baca Juga: Usai Pertemuan Jokowi-SBY di Istana Bogor, Pengamat Politik Singgung Jatah Kursi Menteri dan Megawati

"Itu pertemuan presiden yang pernah memerintah dan sedang memerintah. Bukan SBY sebagai majelis tinggi partai. Level pembicaraan beyond soal partai dan pemilu," ungkap Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).

Demokrat membenarkan peristiwa pertemuan SBY dan Jokowi digelar di Istana Bogor.

Ditanya apakah pertemuan SBY dengan Jokowi itu membahas penawaran kursi menteri kabinet, Andi enggan menjawab gamblang.

Dilansir detikcom, Andi hanya meminta publik bersabar.

Meski begitu, Andi menyebut SBY tidak mewakili partai dalam pertemuannya dengan Jokowi.

Menurut dia, pembicaraan dua tokoh itu lebih luas ketimbang perihal partai dan urusan pemilu.

Baca Juga: Jokowi Sebut ASN Jangan Sibuk Urus SPJ, Penulis Novel Negeri Para Bedebah Malah Bilang Gini

Hal senada disampaikan Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani soal pertemuan SBY dan Jokowi.

Kamhar menyebut pertemuan kedua tokoh sebagai bagian silaturahmi.

"Benar sore ini ada silaturahmi kebangsaan antara Pak SBY dan Pak Jokowi,” kata Kamhar, Senin (2/10).

Kamhar menyebut agenda pertemuan dua presiden, Presiden RI ke-6 SBY dan Presiden Jokowi membicarakan politik kebangsaan dan politik kenegaraan.

Demokrat meyakini pertemuan itu memberi dampak positif dan membuat dinamika politik menjadi lebih teduh dan sejuk menjelang Pilpres 2024 nanti.

Baca Juga: Jokowi Sebut ASN Jangan Sibuk Urus SPJ, Penulis Novel Negeri Para Bedebah Malah Bilang Gini

Bantah Perombakan Kabinet

Sementara itu, Presiden Jokowi tidak menanggapi tentang isu perombakan kabinet dalam beberapa hari ke depan.

Saat ditanya wartawan mengenai hal tersebut usai menghadiri acara Istana Berbatik di depan Istana Merdeka Jakarta, Minggu (1/10/2023) malam, ekspresi wajah Presiden Jokowi tampak berubah serius.

Jokowi yang sedang menjelaskan mengenai acara Istana Berbatik, saat mendengar pertanyaan soal reshuffle, terlihat menggelengkan kepala serta sempat mengernyitkan dahi.

"Dengar dari mana?" tanya Jokowi dilansir dari Antara.

Dia lalu menunduk dan tidak menjawab kebenaran isu tersebut dan melayani pertanyaan lain dari wartawan di luar isu reshuffle.***