POJOKSATU.id, JAKARTA—Peluang atau kans Anies Baswedan diusung lagi di Pilgub DKI Jakarta 2024 sangat kecil mengingat situasi politik usai gelaran Pilpres dengan kemenangan Prabowo-Gibran versi KPU.
Peluang Anies Baswedan untuk maju di Pilgub DKI Jakarta sangat tipis jika PKB dan Nasdem memilih masuk koalisi pemerintah Prabowo -Gibran.
Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, Minggu (7/4) mengatakan, PKB dan Nasdem berpeluang besar masuk ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Bulan Suci Ramadhan, Karyawan AQUA Caringin Santuni Ratusan Anak Yatim
Menurutnya, jika Nasdem dan PKB merapat ke kubu pemerintah, maka kedua partai politik itu akan mendorong calon kepala daerah dari Koalisi Indonesia Maju.
"Bila hal itu terjadi, maka PKB dan Nasdem tampaknya akan lebih nyaman berkoalisi dengan partai pendukung Prabowo-Gibran dalam mengusung Jakarta 1,” kata Jamiluddin.
Jamiluddin mengatakan, hanya satu partai yang solid di Koalisi Perubahan sebagai pengusung Anies di Pilpres 2024 yakni PKS.
Namun untuk mengusung Anies maju Pilgub Jakarta 2024 dirasa kurang memenuhi kuota 25 persen dari kursi DPRD.
Baca Juga: Usai Bertarung di Pilpres, Waketum PKB Sebut Hubungan Muhaimin dan Prabowo Tak Ada Masalah
"Ini artinya, hanya tinggal PKS yang mengusung Anies. Hal itu tentu tidak cukup untuk mengusung Anies. Masalahnya, apakah Anies juga mau ikut kontestasi Jakarta 1,” katanya.
PKB Tak Biasa Oposisi
Usai bertarung di Pilpres 14 Februari 2024 lalu dengan pemenang Prabowo-Gibran versi KPU, Waketum PKB ini malah menyebut hubungan Muhaimin dan Prabowo tak ada masalah.
Menurut Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil, karena nasib saja makanya Muhaimin Iskandar tak menjadi wakil presiden dari Prabowo.
Menurut Gus Jazil, hubungan Muhaimin Iskandar dengan Prabowo terbilang sangat dekat. Bahkan, Jazilul mengklaim visi antara PKB dan Gerindra memiliki kesamaan.
Baca Juga: Pertama Kali Jalani Umroh? Simak Panduan Penting Ini Agar Tidak Kebingungan
"Hubungan Gus Muhaimin dan Pak Prabowo sampai detik ini tidak ada masalah, di fraksi juga tidak ada masalah, kan karena nasib aja enggak jadi wakilnya Pak Prabowo," kata Jazilul, Minggu (7/4).
Publik dibuat penasaran dengan arah politik PKB setelah gagal mengantarkan Muhaimin Iskandar menjadi wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
Menjawab hal ini, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil secara terang-terangan mengatakan partainya belum memiliki pengalaman di luar pemerintahan atau oposisi.
"PKB belum punya pengalaman untuk itu (oposisi). Nanti kita lihat, belajar dulu kan, soalnya PKB belum punya pengalaman di luar pemerintahan," kata Gus Jazil, Minggu (7/4) seperti dilansir rmol.***

