POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kaesang Pangarep mendapat potensi penolakan tertinggi untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jakarta.
Namun di sisi lain Kaesang Pangarep juga menjadi tokoh yang paling banyak dipertimbangkan maju di Pilkada Jakarta 2024.
Merujuk survei Litbang Kompas pada 15-25 Juni 2024, tidak kurang dari 33,8 persen warga yang menolak jika Kaesang menjadi memimpin Jakarta.
Namun Kaesang juga tinggi untuk dipertimbangkan sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan persentase 41,8 persen pemilih.
Baca Juga: Walikota Semarang Dijerat Tiga Kasus Sekaligus, Gratifikasi, Pemerasan, Dugaan Korupsi Barang Jasa
Angka 41,8 persen ini bahkan lebih tinggi dibanding Pj Gubernur Jakarta saat ini, Heru Budi yang hanya dipertimbangkan sebanyak 33,3 persen responden.
Angka ini bukan tidak mungkin bisa berubah, bahkan bertambah dengan dukungan Partai Golkar. Terbaru, Golkar telah menyiapkan sosok Jusuf Hamka untuk bertarung di Pilkada Jakarta.
Bahkan secara terang-terangan Golkar menyodorkan pengusaha jalan tol ini untuk berduet dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo ini.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Jusuf Hamka tepat untuk membenahi Jakarta dari segi pembangunan dan tata kota.
Selain itu, Jusuf Hamka juga dinilai dikenal banyak masyarakat sehingga dianggap akan mendulang suara di pilkada nanti.
"Pak Jusuf Hamka memang dipersiapkan untuk maju sebagai wakil gubernur. Apabila Mas Kaesang memutuskan maju di Jakarta, Mas Kaesang sendiri kan ada opsi di Jakarta atau di Jawa Tengah," kata Airlangga, Rabu (17/7).
Baca Juga: Bunda Indah Amperawati Siap Bangun Lumajang dengan Kepemimpinan Manusiawi dan Mengayomi
Kader Golkar solid mendukung Jusuf Hamka untuk maju sebagai calon wakil gubernur Jakarta mendampingi Kaesang Pangarep di Pilkada Jakarta 2024.
"Kita sangat solid. Ini kan masih akan memutuskan (belum final)," kata Airlangga dalam keterangannya, Rabu (17/7).
Golkar masih berpeluang membuka opsi calon lain. Pada dasarnya, partai sudah bulat mendukung pengusaha Jalan Tol yang biasa disapa Babah Alun itu.
"Pak Jusuf Hamka memang dipersiapkan untuk maju sebagai wakil gubernur," lanjut Airlangga.
Airlangga menyiapkan Jusuf Hamka jika Kaesang benar-benar mengambil tiket pencalonan Gubernur Jakarta.
Sebab hingga kini, putra bungsu Presiden Joko Widodo itu belum mengambil keputusan final apakah maju di Pilkada Jakarta atau Jawa Tengah.
Tinggi Ditolak Tinggi Juga Dipilih
Sebelumnya, Kaesang mendapat potensi penolakan tertinggi untuk dicalonkan sebagai Gubernur Jakarta.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas periode 15-25 Juni 2024, tidak kurang dari 33,8 persen warga yang menolak jika putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut menjadi memimpin Jakarta.
Meski tinggi penolakan, Kaesang juga tinggi untuk dipertimbangkan sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh 41,8 persen pemilih.
Sementara itu, ada 9,8 persen warga yang pasti akan memilih Kaesang jika dicalonkan sebagai Gubernur Jakarta dan sisanya 22,5 persen menjawab tidak tahu.
Selain Kaesang, posisi kedua tertinggi yang berpotensi mendapat penolakan dari warga Jakarta untuk dipilih pada pemilihan gubernur adalah Heru Budi Hartono.
Tidak kurang 33,3 persen warga menolak Penjabat Gubernur Daerah Khusus Jakarta ini sebagai Gubernur Jakarta.
Heru Budi tidak hanya mendapatkan penolakan tapi juga pertimbangan untuk dipilih oleh warga Jakarta.
Mengacu pada hasil survei Litbang Kompas ada 33,5 persen warga Jakarta yang mempertimbangkan untuk memilih Heru Budi.
Sementara untuk yang pasti memilih 2,8 persen dan 30,5 persen menjawab tidak tahu.
Posisi ketiga untuk potensi penolakan untuk dipilih sebagai Gubernur Jakarta ditempati oleh Tri Rismaharini yang saat ini menjabat Menteri Sosial.
Risma, tidak diinginkan oleh 27,5 persen warga Jakarta untuk posisi DKI satu. ***

