POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Wapres Jusuf Kalla atau JK setuju usulan pembentukan Presidential Club atau Klub Presiden seperti yang dilontarkan kubu Prabowo.
Jusuf Kalla menyebut usulan tersebut sebagai hal positif. Terlebih perkumpulan serupa sudah ada di dunia, salah satunya di Amerika Serikat (AS).
Dimana mantan Presiden Amerika Serikat yang masih hidup setahun sekali bertemu memberikan saran-saran.
JK memastikan klub semacam itu sudah ada di berbagai belahan dunia.
"Tentu baik, positif. Di dunia itu ada, Club de Madrid itu perkumpulan presiden, saya berapa kali menghadiri itu," ucap JK kepada wartawan usai menghadiri acara Halal bihalal MUI di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (7/5).
"Di Amerika ada walaupun tidak resmi, mantan-mantan presiden Amerika yang masih hidup setahun sekali bertemu memberikan saran-saran," tambahnya.
Baca Juga: Kabinet Prabowo yang Ideal Versi Connie Rahakundini Bakrie, Tolak Dwi Fungsi TNI
Dijelaskan JK, kemunculan Klub Presiden bertujuan agar dapat saling memberikan nasihat sesuai waktunya.
Saat ditanya soal kemungkinan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri ikut atau tidak dalam Presidential Club, JK enggan berbicara lebih jauh.
"Ah, tanya sama Ibu saja, saya tidak tahu," jelasnya.
Usulan pembentukan Presidential Club diutarakan oleh Jurubicara (Jubir) Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurut Dahnil, perkumpulan itu bakal berisikan para presiden Indonesia terdahulu. Harapannya, perkumpulan itu bisa menunjukkan bahwa pemimpin bangsa Indonesia kompak, rukun, dan guyub.
"Presidential Club itu istilah saya saja, bukan institusi. Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan. Sehingga terjaga silaturahmi kebangsaannya dan menjadi teladan bagi kita semua," ujar Dahnil kepada wartawan, Jumat (3/5).
Baca Juga: Dorong Peningkatan Pelayanan: Komisi III DPRD Jawa Barat untuk Samsat Bersama Tiga Provinsi
Politisi PDIP Tanggapi Klub Presiden
Sebelumnya, Politisi PDIP Djarot Saiful Hidayat ikut menanggapi isu wacana presidential club atau klub presiden saat ini jelang pelantikan Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Djarot, usulan presidential club ini mengindikasikan bahwa Prabowo kurang percaya diri menjadi presiden.
Djarot Saiful Hidayat yang menjabat Ketua DPP PDIP ini menilai wacana presidential club mengesankan Prabowo sebagai presiden terpilih kurang percaya diri mengemban tanggung jawab sebagai kepala negara.
Djarot kepada wartawan, di Jakarta, Senin (6/5) mengatakan, munculnya rumor usulan ini mengindikasikan Prabowo kurang percaya diri mewujudkan empat misi Indonesia merdeka sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Baca Juga: Usai Daftar Golkar dan PAN, Lanjut ke NasDem, Aulia Rachman: Optimis Maju di Pilkada Medan
Menurutnya, Pembukaan UUD 1945 menjelaskan bahwa presiden harus bertanggung jawab melindungi segenap kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
Presiden juga harus memikul tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan perdamaian dunia.
“Bukankah presiden punya hak prerogatif dan bertanggung jawab penuh atas jalannya pemerintahan dan kemajuan pembangunan bangsanya?” Djarot balik bertanya.
Karena itu sebaiknya Prabowo membentuk presidential club yang berisikan pemimpin-pemimpin dari negara lain. Tujuannya, untuk mewujudkan perdamaian dunia.***

