POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) menyebut upaya rekonsiliasi yang didorong Presiden dan Wapres terpilih 2024 merupakan langkah baik meredam polarisasi di masyarakat usai Pemilu.

Menurut JK, upaya rekonsiliasi akan efektif apabila Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wapres terpilih tidak memandang golongan dalam kebijakannya.

Menurut Jusuf Kalla alias JK, rekonsiliasi bisa bermakna bahwa semua pihak mengakui pemenangnya adalah pasangan calon yang diumumkan KPU dan pada saat yang sama menyatakan akan konsisten ada di luar pemerintahan.

Baca Juga: Soal Penistaan Agama Pendeta Gilbert, Ketum PITI Temui Ali Mochtar Ngabalin untuk Minta Petunjuk Terkait Laporan

"Rekonsiliasi tidak berarti semua setuju, tapi memasuki posisi masing-masing, ada di pemerintah, ada oposisi," kata Jusuf Kalla saat menerima pimpinan MPR di kediamannya, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).

Oposisi sendiri memainkan peran kritis dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan pemerintah.

Tanpa oposisi yang kuat, sebuah negara demokrasi bisa terperosok ke dalam bahaya menuju tirani atau dominasi penguasa yang otoriter.

Upaya rekonsiliasi akan efektif apabila Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih tidak memandang golongan dalam kebijakannya.

Baca Juga: Lama Jadi Misteri, Syahrini Akhirnya Pamer Kehamilannya, Banjir Ucapan Selamat dari Sesama Selebriti

"Rekonsiliasi itu begitu terpilih (lalu mengatakan), 'saya Presiden Republik Indonesia, saya memperlakukan semua orang sama," tegas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Prabowo Makin Sibuk

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengakui akhir-akhir ini dirinnya disibukkan dengan berbagai agenda baik di dalam maupun di luar negeri.

Prabowo menekankan manajemen waktu yang tepat demi menjalani semua kegiatan sesuai agenda.

Baca Juga: Hasto Akui PDIP Miliki Kesamaan Emotional Bonding dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

"Ya jelas dengan ketetapan bahwa saya menerima mandat sebagai presiden terpilih tentunya saya harus mempersiapkan diri. Tapi karena jabatan saya masih Menhan, saya harus menjalankan tugas sebagai Menhan, perlu management time, pengelolaan waktu harus baik, tepat," kata Prabowo di wawancara ekslusif Prabowo dengan TvOne, Rabu malam (22/5).

Prabowo juga mengakui tengah mempersiapkan segalanya sebelum dirinya dilantik pada Oktober 2024 nanti.

"Saya anggap sebagai sesuatu waktu persiapan yang cukup berguna untuk saya dan tim saya," kata Prabowo.***