POJOKSATU.id, BANJAR – Dalam sebuah forum diskusi yang penuh semangat, para jurnalis Kota Banjar menantang para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memaparkan visi misi mereka. Nana Suryana, seorang calon yang dikenal dekat dengan masyarakat, tampil sebagai narasumber pertama pada Minggu 21 Juli 2014.

Nana Suryana, bakal calon Wali Kota Banjar, menjelaskan dengan gamblang bahwa pekerjaan rumah (PR) terbesar Kota Banjar saat ini adalah menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, kemiskinan yang melanda kota ini erat kaitannya dengan tingginya angka pengangguran. Pada tahun 2023, tercatat ada 11.300 masyarakat Banjar yang menganggur.

Nana menekankan bahwa calon pemimpin masa depan harus fokus pada penciptaan lapangan pekerjaan sebagai prioritas utama. "Kita harus menciptakan lebih banyak event di Kota Banjar untuk menarik perhatian publik dan wisatawan," ujar Nana.

Baca Juga: Pemdaprov Jabar Dorong Percepatan Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Pangandaran dan Ciwidey-Bandung

Ia yakin bahwa dengan adanya kalender event yang menarik, hotel, makanan, UMKM, dan fasilitas lainnya akan terdongkrak ekonominya karena kedatangan orang dari luar kota.

Diskusi ini berlangsung di Kota Banjar, dimana Nana Suryana juga menyampaikan ide-idenya tentang pentingnya memperkuat UMKM lokal.

"Produk UMKM harus dibuat semenarik mungkin dan mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi digitalisasi. Penjualan harus bisa dilakukan baik secara offline maupun online melalui marketplace," tambahnya.

Baca Juga: Baca Disini! Daftar Nama Caleg DPRD Kota Banjar Partai Perindo

Pemaparan ini dilakukan menjelang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang semakin dekat, dimana visi misi para calon menjadi sorotan utama masyarakat Banjar. Nana juga menyoroti isu kesetaraan gender dan pentingnya memberdayakan perempuan.

"Kita perlu melihat aspek positif dan negatif dari kesetaraan gender. Banyak perempuan yang sudah berkontribusi sebagai pekerja di dinas-dinas Kota Banjar, namun masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan," jelasnya.

Nana berkomitmen untuk mengatasi masalah ini melalui undang-undang perlindungan perempuan yang lebih ketat.

Baca Juga: Sengaja Mirip Candi Borobudur, Ini Keunikan Vihara Banjar yang Warnai Keragaman Imlek dan Akulturasi

Selain itu, Nana membahas tentang pentingnya kemandirian Kota Banjar dalam menghadapi geopolitik internasional yang tidak stabil. Ia berencana untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menata ulang birokrasi, termasuk optimalisasi lahan parkir sebagai salah satu sumber PAD.

Mengenai lingkungan hidup, Nana menyoroti konversi lahan sawah di Batulawang menjadi bangunan. Ia menekankan perlunya solusi pengganti untuk lahan sawah yang hilang, karena padi merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Banjar Datang Lagi di Braga dan Sekitarnya, Pemkot Bandung Perbaiki Tanggul Aliran Sungai Cikapundung

Dalam penutupnya, Nana Suryana menegaskan bahwa visi misinya mencerminkan komitmen kuat untuk membangun Kota Banjar menjadi lebih baik.

"Saya akan memastikan bahwa kita bisa mengatasi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuat pariwisata Kota Banjar lebih menarik," pungkasnya.

Masyarakat Banjar kini menunggu gebrakan apa lagi yang akan disampaikan oleh para calon lainnya. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pemimpin masa depan Kota Banjar dituntut untuk memiliki visi yang jelas dan solusi konkret. ***