POJOKSATU.id, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa partai berlambang beringin ini sudah terlambat mencari koalisi.
JK menilai bahwa pencapresan Airlangga Hartarto tidak perlu dievaluasi, sebab Golkar sangat bergantung kepada penguasa untuk menentukan koalisi.
Menurut dia, Golkar tidak berani untuk berdiri sendiri. Ia mengatakan, apabila partai diganggu maka akan jadi kacau.
Hal itu disampaikan JK usai menghadiri acara seminar Anak Muda untuk Politik di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/7/2023).
Diketahui, senior Golkar mendesak agar mengevaluasi pencapresan dan jabatan ketua umum partainya, yaitu Airlangga Hartarto dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Menurut mereka, Airlangga sangat bertele-tele menyikapi pencapresan dan memegang jabatan sebagai ketua umum Golkar.
Terkait hal itu, JK menegaskan menolak digulirkannya Munaslub di tubuh partai Golkar.
Menurut pria 61 tahun ini, Munaslub pada tahun politik seperti ini justru akan menjatuhkan marwah Partai Golkar sebagai partai besar dan peraih suara terbanyak kedua pada pilpres 2019 lalu.
Baca Juga: Rocky Gerung Mulai Dikecam Karena Hujat Habis-habisan Jokowi, DPN Almisbat : Meresahkan
Ia menilai dalam keadaan solid saja partai Golkar belum tentu menang apalagi jika sampai terpecah.
“Sangat tidak setuju dengan munaslub, karena itu akan menjadikan marwah Golkar sebagai partai besar dan pemenang suara terbanyak kedua. Jadi siapa pun harus memahami itu bahwa ini soal organisasi harus bersatu. Yang penting itu kita bersatu supaya kita bisa terpilih baik eksekutif maupun legislatifnya. Bersatu saja belum tentu menang apalagi kalau tidak bersatu," tegas JK di Kompleks DPR RI Senayan.
Wapres RI ke 10 dan 12 ini meminta agar partai berlambang Beringin tersebut tetap solid demi menghadapi pemilu 2024 yang sudah di depan mata.
JK meminta agar semua kader Golkar menghormati mandat yang telah diberikan kepada Airlangga sebagai nahkoda Partai Golkar.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA Head to Head, Prabowo Subianto Libas Ganjar Pranowo, Selisihnya Hanya 10 Persen
“Dalam situasi yang krisis ini artinya dalam waktu yang singkat (menuju) pemilu, Bersatulah." ujar JK dihadapan peserta seminar.
Menurutnya bagaimana Partai Golkar bisa menang jika terpecah. Maka dari itu partai yang identik berwarna kuning ini harus bersatu.
Ia menambahkan, Airlangga yang sudah diberi mandat harus dihormati. Jangan libatkan Golkar dalam situasi yang sulit.
JK meminta agar Golkar dapat menjadi partai mandiri yang tidak terlalu begantung pada koalisinya dalam mengambil langkah politik.
Menurutnya Golkar agak telat dalam mengambil lagkah politik terkait pencapresan 2024 hal itu karena Pengurus Golkar terlalu bergantung pada koalisi.
Padahal menurut JK apabila Golkar dapat memperoleh posisi wakil, sehingga hal itu akan berpengaruh pada elektabilitas Golkar.
“Golkarnya sendiri agak telat atau sangat tergantung pada koalisi-koalisinya. Harusnya partai itu bisa mandiri. Secara demokrasi bahaya kalau begini terus ketika partai tidak bisa mandiri, beda partainya diganggu lagi, maka makin kacau republik ini," pungkas JK. ***

