POJOKSATU.ID- Menjelang tempur di Pilpres 2024, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Muhaimin Iskandar melakukan ziarah atau Tour de Wali Songo, yang dilaksanakan mulai 8-11 September 2024.
Muhaimin Iskandar kemudian menjelaskan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, merupakan contoh sosok ulama sekaligus raja, yang berhasil menyebarkan agama Islam.
"Beliau adalah pembawa Islam, dakwah dan membangun negara. Keberhasilan beliau telah menyatukan ajaran Islam dengan tradisi dan budaya lokal setempat, sehingga tidak pernah ada benturan antara ajaran Islam dan ajaran atau tradisi budaya lokal," kata Muhaimin Iskandar setelah ziarah di makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.
Muhaimin Iskandar menjelaskan, berbaurnya ajaran Islam dan budaya lokal tanpa kekerasan merupakan asimilasi yang sukses, sehingga terbentuklah Islam Indonesia yang damai dan ramah, yang disebut rahmatan lil alamin atau orang menyebut Islam Nusantara.
Baca Juga: Jadwal Semifinal China Open 2023, Jojo vs Axelsen Tanding Jam Berapa?
Muhaimin Iskandar menyatakan para wali telah membangun pondasi untuk seluruh anak bangsa, sehingga para generasi penerus saat ini, seharusnya bahu membahu, untuk melanjutkan persatuan dalam pembangunan.
Selain napak tilas dan ziarah makam Sunan Gunung Jati, Muhaaimin Iskandar dan rombongan PKB juga menggelar sejumlah bakti sosial di sekitar kompleks makam, diantaranya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hingga pembagian bantuan sembako.
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan ziarah atau Tour de Wali Songo, yang dilaksanakan mulai 8-11 September 2024.
Dalam kegiatan ini, juga akan diikuti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"PKB sudah punya agenda rutin setiap tahun bahkan apalagi sekarang menjelang perhelatan pesta demokrasi kita melakukan tirakatan, Tour de Wali Songo," kata Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal kepada wartawan di Gedung DPP PKB, Jakarta, Kamis (7/9).
Dia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara PKB untuk berkomunikasi dengan konstituen serta publik.
Menurutnya, PKB bersama-sama dengan kaum sarungan dan kaum santri selalu menjunjung tinggi nilai budaya dan histori yang dilakukan oleh para pendahulunya. ***
