POJOKSATU.id, JAKARTA—Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, siap debat beradu gagasan melawan dua capres lainnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Minggu (10/12/2023).

"Insyaallah Pak Prabowo sudah siap dan bisa maksimal menyampaikan visi misi program dan gagasan dalam debat besok," tegasnya.

Selain itu, Habiburokhman juga menyoroti terkait serangan kampanye hitam yang memainkan narasi pelanggaran HAM masa lalu yang dilakukan Prabowo.

Baca Juga: Anies Baswedan Siap Hadapi Debat Capres, Siap Bahas Isu korupsi Formula E DKI Jakarta

Kemudian, soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUI-XXI/2023 yang mendiskreditkan Gibran.

Dia menegaskan putusan tersebut tidak diwarnai intervensi dan tidak mengakibatkan ketidakpastian hukum, sehingga mempunyai legitimasi yang sangat kuat.

Wakil Ketua Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, dua isu itu dimanfaatkan oleh lawan politiknya guna menjatuhkan citra positif Prabowo-Gibran.

"Dua menu utama kampanye negatif dan framing hitam yang kerap dilancarkan untuk mendiskreditkan Prabowo Gibran adalah soal putusan mahkamah konsitusi dan tuduhan atau fitnah pelanggaran HAM," tutur Habiburokhman.

Baca Juga: Tim Basket SMA BPK Penabur Cirebon Kembali Kawinkan Gelar Juara Honda DBL 2023 West Java Series

Sebelumnya, Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menantang debat Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud dengan adu ide dan gagasan.

Juru bicara Tim Pemenangan Anies-Cak Imin, Surya Tjandra mengatakan bahwa paslonnya ingin debat adu gagasan bukan menyerang secara personal atau gimmick.

"Kami akan fokus pada substansi dengan harapan masyarakat bisa melihat kualitas sesungguhnya para capres-cawapres," kata Surya, Jumat (8/12/2023).

"Bukan karena iklan dan gimmick atau pengerahan aparat negara mendukung paslon tertentu," sambungnya.

Baca Juga: Santri Ganjar Sumsel Galang Dukungan untuk Ganjar-Mahfud di Pondok Pesantren OKU Timur

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengubah format debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) berbeda dari pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Pada Pilpres 2019, lima kali debat capres-cawapres digelar dengan komposisi satu kali debat khusus cawapres, dua kali khusus capres, dan dua kali dihadiri capres-cawapres.

Sementara, pada Pilpres 2024, sesuai UU Pemilu, ada tiga kali debat capres dan dua kali debat cawapres

Kemudian, pada Pilpres 2024, cawapres turut mendampingi pasangannya saat debat capres. Demikian halnya saat debat cawapres.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menjelaskan bahwa ketentuan itu diterapkan supaya pemilih dapat melihat sejauh mana kerja sama masing-masing capres-cawapres bahu-membahu satu sama lain dalam penampilan debat.

"Sehingga, kemudian supaya publik makin yakin lah teamwork (kerja sama) antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat," kata Hasyim kepada wartawan, Kamis (30/11/2023).