POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan komentar terbaru soal rumor Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka bakal masuk partai Golkar.
Dikatakan Bahlil Lahadalia, sampai dengan Jumat (20/9), Jokowi tidak pernah menyampaikan kepada Bahlil bahwa Jokowi akan masuk Partai Golkar usai lengser dari kursi presiden.
“Sampai dengan hari ini Pak Presiden Jokowi tidak pernah menyampaikan untuk masuk di Partai Golkar,” kata Bahlil Lahadalia di Gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Jumat malam (20/9).
Bahlil menjawab pertanyaan wartawan mengenai kabar Jokowi bakal menjadi kader Golkar.
Baca Juga: Ais Anis
Begitupun dengan putra sulung Jokowi yang kini menjadi Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, belum menyatakan akan masuk partai Golkar hingga Jumat.
Bahlil tidak mengetahui Gibran bakal menjadi kader partai atau tidak setelah hengkang dari PDIP.
“Mas Gibran sampai dengan hari ini partainya kalian tahu enggak? Sama dengan saya,” katanya lagi.
Terkait Kaesang Pangarep, yang bersangkutan juga tidak akan masuk Partai Golkar lantaran telah memiliki partai sendiri.
“Kalau keluarganya, Mas Kaesang, jadi Ketua Umum PSI,” ucap Menteri ESDM ini.
Bahlil Lahadalia juga menjelaskan target kursi yang didapat Partai Golkar di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Isu berkembang, Golkar mendapatkan jatah 4 kursi menteri di pemerintahan Prabowo-GIbran nanti.
Bahlil mengaku dirinya tidak membuat target khusus berapa soal jatah kursi di pemeirntahan mendatang.
Namun, Bahlil mengatakan bahwa telah ada pembicaraan soal jatah menteri dengan ketum sebelumnya.
Baca Juga: Peran Strategis Alumni Politeknik Kementan dan Mahasiswa MBKM dalam Pertanian Modern
“Saya tidak pernah membuat target, tapi tolong ceritakan ketua umum terdahulu sudah ngomongkan kan, jadi kita lihat lah perkembangannya ya,” kata Bahlil di Gedung DPP Partai Golkar.
Dia menegaskan bahwa Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto sebagai presiden yang akan menunjuk siapa saja anak buahnya nanti di pemerintahan.
Ia menambahkan saat ini fokus utamanya agar Indonesia lebih baik ke depan, dan menyerahkan sepenuhnya soal jatah menteri Golkar kepada Prabowo Subianto.
“Kami di dalam diskusi baru berbicara tentang bagaimana bangsa ini ke depan. Menyangkut dengan nama dan segala macam saya pikir tinggal tunggu mainnya saja,” kata Ketua Umum Partai Golkar 2024-2029 ini.***

