POJOKSATU.ID-PDI-Perjuangan buka suara terkait isu hubungan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) renggang lantaran Kaesang Pangarep bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto membantah anggapan bahwa hubungan Megawati dan Jokowi sedang tidak baik-baik saja.
Dia menegaskan, bahwa hubungan Megawati dengan Jokowi baik-baik saja.
Baca Juga: Kim Sejeong Mendadak Batalkan Konser di Jakarta, Ini Penjelasan Resmi Agensi
"Hubungannya krek (terikat merekat), jadi Presiden Jokowi, Ibu Mega, PDI Perjuangan itu dalam satu napas sejarah yang panjang," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, Senin 25 September 2023).
Hasto menyebut Presiden Jokowi dengan Megawati selalu dalam satu komitmen. Salah satu buktinya pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Hasto, pembentukan BRIN tersebut merupakan hasil pemikiran Presiden Jokowi bersama Megawati.
Baca Juga: The Alana Hotel Sentul City Hadirkan Suasana Meeting Room Baru yang Elegan
"BRIN itu kan desain bersama-sama. Badan Riset Inovasi Nasional, punya komitmen. Jadi politik itu jangan melihat apa yang tampak di permukaan, lihat hubungan batinnya. Komitmen terhadap masa depan, komitmen terhadap rakyat," tutur Hasto.
Untuk diketahui, Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangareb memilih jalannya sendiri dalam memasuki dunia politik.
Dirinya menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia.
Baca Juga: 4 Fakta Ormas Besutan Habib Rizieq Ogah Banget Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Intinya Sakit Hati
Jejak yang ditempuh Kaesang ini berbeda dengan ayahnya Jokowi yang memantapkan hati bergabung Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) 2004 silam.
Setahun setelahnya Jokowi maju sebagai Walikota Solo tahun 2005 bersama FX Hadi Rudyatmo.
Kaesang mengungkapkan alasan dirinya bergabung dengan partai tersebut karena memiliki kesamaan visi dan misi.
Baca Juga: Soal Kematian Brigadir Setyo Herlambang, Polri Diminta Berkaca Pada Kasus Ferdy Sambo yang Banyak Rekayasa
"Kami kebetulan punya kesamaan dan keinginan, kami ingin anak-anak muda bisa lebih terlibat di sektor publik," kata Kaesang kepada wartawan, Sabtu (23/9/2023).
Menurutnya, Ia ingin anak muda menjadi objek yang aktif dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan tahun 2024 mendatang. Kaesang mengungkapkan, pemilu juga menyangkut masa depan anak muda Indonesia.
"Apalagi di Pemilu, anak muda dijadikan sebagai objek pasif, kita mau mereka jadi objek aktif. Mau gimanapun masa depan Indonesia itu untuk anak muda Indonesia," tuturnya.
"Saya lihat PSI partai yang bagus, diisi oleh anak-anak muda yang berintegritas, punya kompetensi juga. Yang terpenting mereka punya semangat untuk mebuat Indonesia jauh lebih baik. Cuma sayangnya mereka nggak masuk Senayan," ujarnya. ***

