POJOKSATU.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan video yang mengeklaim bahwa Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait skenario Pemilihan Presiden 2024.

Dalam thumbnail video disebutkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait skenario Pemilihan Presiden 2024 dengan menyebutkan informasi bahwa Luhut sudah mengetahui hasil Pemilihan Presiden 2024.

Faktanya, klaim yang menyatakan bahwa Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait skenario Pemilihan Presiden 2024 adalah tidak benar.

Narator dalam video tersebut membacakan sebuah artikel yang berasal detik.com berjudul “Luhut: Jangan Gampang Judge, Bilang Ingusan Bilang Pengkhianat” yang sebenarnya bukan informasi tentang Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait skenario Pemilihan Presiden 2024.

Narator juga membahas pernyataan Luhut terkait proyek pemerintah di Kemenko Marves dapat ditangani oleh para anak muda selama ia sakit yang juga dikutip dari artikel detik.com yang berjudul “Jawaban Luhut Ditanya Banyak Proyek Terhambat Saat Dirinya Sakit”.

Setelah menonton video sampai selesai, tidak ada informasi mengenai Luhut membuka suara mengenai skenario Pilpres 2024.

Narator video hanya membacakan dua artikel dari laman Detik.com yang tidak relevan dengan isu tersebut.

Artikel pertama berjudul "Luhut: Jangan Gampang Judge, Bilang Ingusan Bilang Pengkhianat," di mana Luhut mengajak semua pihak untuk tidak menghakimi orang secara mudah, terutama dalam tahun politik, dan menyinggung tentang istilah "ingusan" dan "pengkhianat."

Artikel kedua berjudul "Jawaban Luhut Ditanya Banyak Proyek Terhambat Saat Dirinya Sakit," di mana Luhut menyatakan bahwa selama sakitnya, proyek pemerintah di Kemenko Marves dapat ditangani oleh para anak muda yang memahami banyak hal.

Beberapa klip dalam video tidak terkait dengan narasi mengenai skenario Pilpres dimana beredar informasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait skenario Pemilihan Presiden 2024.

Sebaliknya, klip-klip tersebut menampilkan konten yang identik dengan akun Instagram pribadi Luhut, @luhut.pandjaitan.

Dalam klip tersebut, Luhut berbicara tentang kondisi kesehatannya yang semakin membaik, serta membahas dinamika politik di Indonesia dan topik-topik lainnya.

Kesimpulannya, narasi bahwa Luhut membuka suara mengenai skenario Pilpres 2024 dalam video tersebut tidak benar dan dapat dianggap sebagai hoaks.

Judul video tidak mencerminkan kontennya, karena narator hanya membahas pernyataan Luhut terkait penghakiman mudah dalam tahun politik dan tanggapan Luhut terhadap proyek pemerintah di Kemenko Marves selama sakitnya.

Luhut menyampaikan pesan tersebut kepada rekan-rekan purnawirawan TNI. Dia juga mengajak mereka untuk memberikan masukan yang konstruktif.

"Saya selalu menyampaikan hal ini kepada rekan-rekan saya sesama purnawirawan TNI. Kita semua harus menunjukkan kedewasaan, mengingat usia rata-rata kita sudah mencapai 70-an.

Saya berpendapat, mengapa kita harus terlibat dalam pertikaian? Sebaliknya, mari berkontribusi dengan memberikan masukan-masukan positif untuk mendorong kemajuan Indonesia ke depan.

Jangan terus menerus mengkritik atau mencibir apa yang telah menjadi kisah sukses seseorang," ucapnya.***