POJOKSATU.id, JAKARTA-- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melakukan analisis respon positif kepada kandidat calon presiden, Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Hasilnya, Ganjar Pranowo paling tinggi mendapatkan 83 persen respon positif dari para netizen di Twitter, TikTok dan YouTube. Sementara posisi Anies Baswedan malah tak disangka.
Analis tersebut dilakukan untuk mengetahui penilaian publik kepada ketiga capres yang yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam.
"Capres Ganjar Pranowo dari capres 3 mendapatkan positivity rate paling tinggi oleh netizen, yakni sebesar 83,63 persen," kata Contunum Indef, Maisie Sagita, Senin (8/1/2024).
Persentase perbincangan positif netizen terhadap Ganjar, didapati Indef lebih tinggi ketimbang dua kandidat Pilpres 2024 lainnya.
Yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.
"Prabowo Subianto di posisi kedua dengan 64,51 persen, dan Anies Baswedan sendiri mendapat 64,47 persen," tuturnya.
Terpisah, pengamat politik Khoirul Umam memberikan penilaian kepada ketiga calon presiden yang debat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2023) malam.
Menurut dia, dalam debat capres malam tadi Anies dan Ganjar paling menonjol, sedangkan Prabowo defensif.
"Dalam debat ketiga ini, Ganjar cerdas. Anies bernas dan ofensif. Prabowo defensif, namun kurang elaboratif," kata Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan, Senin (7/1/2024).
Khoirul Umam menambahkan, Ganjar tampil simpatik, lebih tertib, pola konfrontasi yang terukur, dan diperkuat dengan substansi yang cukup impresif.
Baca Juga: 8 Alasan Mata Minus Semakin Naik yang Jarang Disadari Orang Banyak!
"Ganjar mampu mengelaborasi argumen tentang visi pertahanan, keamanan dan diplomasi ekonomi dengan cukup impresif," kata Khoirul Umam.
Sedangkan Anies, kata Khoirul Umam, tampil langsung menyerang lebih awal (preemptive attack), terutama terhadap Prabowo selaku pejabat publik.
"Serangan-serangan Anies terhadap Prabowo berpeluang menciptakan poin politik, namun bagi pendukung Prabowo, materi serangan itu dianggap berlebihan atau too much," kata Khoirul Umam.
Selain itu, Khoirul Umam melihat Prabowo tampak terpancing emosinya oleh serangan Anies. Hal itu terlihat betul dari ekspresi wajah Prabowo.
"Karena harus menahan emosi dan serangan-serangan yang tajam," tuturnya.
"Prabowo akhirnya kurang mengelaborasi substansi dan filosofi kebijakan pertahahan-keamanan dan strategi hubungan internasional secara memadai," tandasnya.***
