POJOKSATU.ID, SUMUT - Hasil penelitian persyaratan berkas dua bakal calon (bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan memenuhi syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Edy Rahmayadi vs Bobby Nasution bakal head to head pada pemilihan gubernur (pilgub) Sumut 2024.
Penetapan bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut masih menunggu hasil verifikasi dari KPU.
Kompetisi pun belum sepenuhnya dimulai, namun persaingan sengit antara menantu Presiden Jokowi dengan mantan Pangkostrad itu sudah mulai terjadi di Pilkada 2024.
Elektabilitas keduanya pun kerap menjadi sorotan. Dan berikut perbandingan kekuatan Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution yang dilihat berdasarkan survei dari tiga lembaga.
Berikut kutipan Pojoksatu pada Rabu (18/9/2024), terhadap 3 lembaga yaitu Lembaga Survei Indonesia (LSI), Litbang Kompas, dan KIC.
Berikut hasil lengkap elektabilitas dua bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2024:
1. Lembaga Survei Indonesia (LSI)
LSI merilis hasil survei terbaru atas elektabilitas bacalon Gubernur Sumut pada Pilkada serentak 2024.
Hasilnya, Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi, bersaing ketat dalam persaingan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024.
Dalam pernyataan top of mind, Bobby Nasution memiliki tingkat elektabilitas sebesar 34,2 persen. Sementara itu, Edy Rahmayadi menempati posisi kedua dengan elektabilitas 15,1 persen.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, dalam rilis bertajuk 'Peta Pilkada Menjelang Pendaftaran: Siapa Unggul di Sumatera Utara', secara daring pada Minggu (28/7/2024).
"Dimulai dari pertanyaan top of mind, di sini kita lihat untuk sementara yang unggul adalah Bobby Afif Nasution dengan 34 persen, disusul oleh Edy Rahmyadi 15,1 persen," ungkap Djayadi.
2. Litbang Kompas
Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengatakan salah satu hal yang menarik dalam hasil survei itu adalah soal 'Jokowi Effect' di Pilkada 2024.
Sesuai hasil survei Litbang Kompas terbaru, Presiden Joko Widodo disebut masih memiliki pamor atau pengaruh besar dalam Pilkada 2024.
Baca Juga: 40 Ketua PAC PAN Cirebon Tolak Dukungan Mawa Bagja untuk Pasangan RAHIM, Tegaskan Komitmen ke WALI
"Kalau berdasarkan survei kompas Juni 2024, pamor Presiden Jokowi masih terjaga," kata Yohan.
Berdasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas, sebanyak 54 persen publik akan memilih sosok yang dekat dengan Presiden Jokowi.
"Dari survei kita tanyakan apakah responden akan mempertimbangkan pilihan pilkada itu dengan sosok atau pasangan calon yang dekat dengan Pak Jokowi atau pasangan calon yang mungkin didukung Pak Jokowi, itu 54 persen lebih mengatakan akan mempertimbangkan," jelas Yohan.
Dari gambaran tersebut, Yohan mengatakan variabel Jokowi effect pada Pilkada 2024 tidak jauh berbeda dengan ketika Pilpres.
Baca Juga: Lepas Penat Usai Bekerjal, Berikut Destinasi Healing di Bogor yang Akan Mengurangi Stres Kamu
"Artinya ada sikap yang menjadikan variabel Pak Jokowi, itu menjadi pertimbangan seseorang untuk memilih di Pilkada," ungkapnya.
3. Survei KIC
Berdasarkan survei yang dirilis KIC, elektabilitas Bobby mencapai 42,1 persen atau di atas Edy Rahmayadi yang merupakan petahana.
Dalam survei yang dilakukan di sejumlah Provinsi di Indonesia itu, Edy bersama petahana gubernur lainnya seperti Anies Baswedan dan Wahidin Halim merupakan tiga incumbent yang tidak dipersepsikan oleh publik sebagai kandidat terkuat.
Terkait survei tersebut, Ketua Bapilu PDIP Sumut Mangapul Purba mengatakan bahwa hasil survei tersebut harus dilihat sebagai pertimbangan dan evaluasi.
Baca Juga: Kiprah PAFI Kulon Progo: Pelopor Inovasi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
"Ya survei itu kan bagian dari persepsi masyarakat terhadap calon pemimpinnya. Ya tentu harus diliat sebagai pertimbangan dan evaluasi," kata Mangapul, pada Jumat (7/6/2024).
Mangapul menyampaikan, hasil survei dapat dijadikan pembelajaran bagi Edy agar memperbaiki hal hal yang tertinggal dari lawan politiknya yakni Bobby di Pilkada Sumut.
Peta Kekuatan Partai Pendukung
Pada Pilkada Sumut 2024, Bobby Nasution berpasangan dengan Surya mendapatkan dukungan yang luas dari koalisi yang terdiri dari tujuh partai politik utama, termasuk PKB sebagai partai terakhir yang bergabung dalam mendukungnya.
Baca Juga: Cara Konfirmasi Verifikasi Ijazah di Info GTK untuk Daftar PPPK, Seleksi PPG dan Validasi TPG
Koalisi ini terdiri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, Gerindra, NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan PPP.
Partai Gerindra menjadi partai pertama yang mendeklarasikan dukungan dan pencalonan Bobby di Pilkada Sumut. Mantan Wali Kota Medan itu memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra.
Suami Kahiyang Ayu itu pun telah menerima kartu tanda anggota partai dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, pada Senin, 20 Mei 2024.
Kemudian, Partai Demokrat optimistis Wali Kota Medan Bobby Nasution bakal memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara atau Pilkada Sumut 2024.
Sementara itu, Petahana Edy Rahmayadi berpasangan dengan Hasan Basri Sagala diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gelora, Hanura, PKN, Ummat dan Partai Buruh.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Komarudin Watubun menyerahkan surat penugasan untuk Edy di hadapan ribuan kader PDIP dalam apel satgas di Lapangan Astaka, Komplek Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumut di Deli Serdang, Sabtu, 10 Agustus 2024.
Baca Juga: Soal Penggunaan Jet Pribadi, Pengamat Politik Ini Sebut Kaesang Pangarep Sudah Mneghormati Hukum
Komarudin Watubun mengatakan PDIP sudah lama mencari sosok ayah untuk Sumut. PDIP, kata dia, menilai sosok itu ada pada Edy Rahmayadi.
"Memang kita cari untuk Sumut seorang ayah yang bisa mengayomi anak-anaknya di Sumut. Semangat, barang apa kita lawan," kata Komarudin Sabtu 10 Agustus 2024. ***

