POJOKSATU.id - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengungkapkan bahwa ia telah berdialog dengan calon wakilnya, Mahfud MD, untuk mengundurkan diri dari posisi di Kabinet Indonesia Maju yang saat ini dipegang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, Mahfud menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). "Jadi kita sudah diskusi dengan beliau pada soal-soal ini agar fair lebih baik mundur lah," ujar Ganjar

Ganjar, mantan Gubernur Jawa Tengah, melihat adanya potensi konflik kepentingan jika seorang calon presiden atau calon wakil presiden tetap memegang jabatan publik seperti menteri, gubernur, atau bupati/wali kota.

"Itulah yang sejak awal kita bicara apakah seorang yang sekarang menjabat di dalam jabatan publik, apalagi di level menteri itu mundur atau tidak. Gubernur, bupati, wali kota mundur atau tidak. Semua di jabatan publik. Ketika keputusannya tidak dan diperbolehkan maka ada potensi conflict of interest," kata Ganjar Pranowo

Baca Juga: Dorong Pengelolaan Sampah dan Pangan Lokal di Kenegerian Sihotang, GIF dan Changemakers CCE Luncurkan Proyek 'Samosir Mallatam'

Saran tersebut juga ditujukan kepada calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

"Dengan beberapa kejadian, orang menggunakan fasilitas, menggunakan alat transportasi alasannya kunjungannya kunker tapi ternyata kampanye. Kan rakyat bisa nilai itu. Maka kita sedang mengambil risiko itu. Maka saya sarankan mundur. Ubahlah aturan, termasuk Pak Mahfud," ujar Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo menyarankan agar para pejabat publik yang menjadi calon peserta Pemilihan Presiden 2024 mengundurkan diri dari jabatannya. Pernyataan Ganjar ini sebagai tanggapan terhadap saran Fraksi PDIP DPRD Solo yang menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota Solo karena dianggap terlalu sibuk dengan kegiatan kampanye. ***

Artikel ini ditulis oleh Arya Pratama dengan judul “Ganjar Usulkan Mahfud Mundur dari Menko Polhukam”.