POJOKSATU.id - Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengungkapkan pandangannya bahwa pemimpin harus berhemat untuk mengatasi masalah infrastruktur yang rusak.

Pernyataan ini Ganjar sampaikan setelah mengalami ketidaknyamanan perut saat melewati jalan rusak dalam kunjungannya di Lampung Selatan pada Senin (22/1/2024).

Rute yang dilalui oleh Ganjar yang mengarah ke Pondok Pesantren Roudlotussholihin, Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, menunjukkan adanya jalanan rusak sepanjang sekitar 7 kilometer, terutama mulai dari akses exit Tol Kalianda.

Lubang-lubang dengan lebar sekitar 2,5 hingga 4 meter terlihat jelas, menunjukkan kondisi jalan yang tidak mulus.

Baca Juga: Kisah Cindy Adams, Jurnalis Cantik yang Berhasil Meluluhkan Presiden Soekarno

Ganjar berpendapat bahwa meskipun kendaraan yang digunakan adalah mobil yang berkualitas, namun dengan melewati jalan rusak, penumpang di dalamnya pasti akan merasakan ketidaknyamanan pada perut.

"Mobil bagus, berapapun harganya kalau lewat jalan rusak, sakit perut, sama saja toh," ucap Ganjar

Ia menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah infrastruktur yang rusak, pemimpin harus memiliki sikap berhemat.

Dalam konteks ini, Ganjar membagikan pengalaman pribadinya ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Saat itu, staf gubernur menawarkan mobil baru dengan anggaran fantastis sekitar Rp6 miliar sebagai kendaraan operasional gubernur.

Meskipun ada anggaran besar, Ganjar menolak dan meminta agar dibelikan mobil dengan budget maksimal Rp300 juta.

Baca Juga: Apa Saja Sih Keuntungan Bayar PDAM Online Lewat E-Commerce? Simak Selengkapnya

"Maka pada saat kita putuskan oke ya belikan Kijang saja. Ribet, dapat lagi jam 5 waktu itu, dan tidak lebih ya kira-kira waktu itu harga Kijang itu mungkin baru berapa ya, cuma Rp 300 (juta) an waktu itu, Rp 300 juta," katanya.

Ganjar berargumen bahwa di daerah dengan jalanan rusak seperti di desa, masyarakat akan protes dan tidak setuju jika pemimpin membeli mobil mewah.

Sebagai alternatif, Ganjar menyarankan untuk membeli mobil Kijang seharga Rp300 juta, sisa anggaran bisa digunakan untuk membangun atau memperbaiki jalan yang rusak.

Dengan pendekatan ini, Ganjar mengilustrasikan konsep berhemat sebagai langkah efektif untuk menangani masalah infrastruktur yang terjadi di berbagai daerah. ***

Artikel ini ditulis oleh Arya Pratama dengan judul “Ganjar Ungkap Pengalaman Melewati Jalan Rusak di Lampung: Pemimpinnya Harus Hemat”.