POJOKSATU.id, Jakarta - Calon Presiden Ganjar Pranowo menegaskan bahwa isu Kesehatan mental tidak boleh disepelekan.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam dialog terbuka di Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta pada hari Kamis (23/11/2023).

Ia juga memberikan gambaran konkret mengenai pentingnya kesehatan mental serta perhatiannya terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Dalam pidatonya, Mantan Gubernur Jawa Tengah 2 periode itu mengungkapkan pengalaman masa lalunya di mana ODGJ seringkali dibuang dari satu kota ke kota lain.

“Orang seringkali ODGJ dibuang dari satu kota ke kota,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo pun mengaku bahwa dirinya dulu sering mengambil ODGJ dan secara pribadi berinisiatif mengambil tindakan untuk mendekati dan membantu ODGJ yang terabaikan.

Sosok berambut putih itu juga menegaskan bahwa pemerintah kedepannya harus melayani ODGJ dan isu tersebut mau tidak mau.

“Saya dulu tukang pungut, saya ambil (ODGJ) saya datangi terus ada yang dipasung kita copot pasungnya, kita paksa pemerintah untuk melayani itu suka tidak suka, mau tidak mau,” imbuhnya.

Ganjar Pranowo kemudian melanjutkan ceritanya dengan memberikan contoh konkret dari Banyumas, di mana ia merasa sedih melihat kondisi ODGJ yang diperlakukan dengan kurang memadai, bahkan sampai di kerangkai.

Dalam pidatonya, suami dari Siti Atikoh menceritakan pengalaman pribadinya ketika pemprov bergerak, mendatangi ODGJ dan membawanya ke rumah sakit di Klaten.

Ganjar pun menyampaikan bahwa ODGJ yang ketika itu dia bawa sudah sembuh dan bisa bekerja layaknya orang normal pada umumnya.

Keberhasilan pemulihan ODGJ yang ia bantu di Banyumas adalah bukti konkret dari tindakan nyata yang diambil Mantan Gubernur Jawa Tengah 2 periode itu untuk menanggulangi permasalahan Kesehatan mental yang terjadi di masyarakat.

“Di Banyumas saya terharu di kerangkai dia, kami datangi dan kami bawa ke rumah sakit ke Klaten ketika itu, Masyaallah sembuh dia dan sekarang dia bekerja layaknya kita, wah luar biasa,” sambungnya.

Calon Presiden Ganjar Pranowo pun menyatakan bahwa masalah Kesehatan mental adalah suatu permasalahan yang tidak boleh disepelekan, terlebih masalah ini diakuinya banyak dialami oleh generasi muda terutama milenial dan gen-z.

Ia juga menuturkan bahwa isu Kesehatan mental adalah salah satu bentuk isu Hak Asasi Manusia yang akan dibidiknya bersama Mahfud MD jika keduanya terpilih dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Jadi artinya ini tidak bisa disepelekan dan sekarang anak muda punya problem Kesehatan mental yang cukup serius ini salah satu HAM yang kami bidik,” tutur Ganjar.

Pidato tersebut memberikan gambaran mengenai visi dan misi Ganjar Pranowo dalam mengatasi tantangan kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda yang dianggapnya sebagai salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang perlu mendapatkan perhatian serius.***