POJOKSATU.id, JAKARTA—Pasangan Capres Cawapres Ganjar-Mahfud MD disebut berharap dukungan dari Relawan Joko Widodo (Jokowi) yang tak suka pada Prabowo Subianto.
Bukan hanya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo disebut mengharapkan mendapat dukungan dari pendukung Jokowi yang tidak suka dengan sikap emosi Prabowo Subianto selama ini.
Menurut komunikolog politik dan hukum, Tamil Selvan, pada Debat Pilpres 2024 ketiga yang diselenggarakan KPU RI pada Minggu lalu, Ganjar Pranowo, memainkan perannya sebagai penengah.
Baca Juga: Presiden Jokowi Berduka, Lifter Putri Lisa Rumbewas Meninggal Usia 43 Tahun Karena Sakit
Ganjar dianggap memanfaatkan peran capres Anies Baswedan yang terlihat seperti memancing emosi Prabowo Subianto.
"Ganjar seolah-olah memainkan perannya sebagai orang yang bijaksana, orang yang tampil sebagai penyejuk, tapi juga tegas, smart, konsisten," kata Tamil Selvan dilansir RMOL, Minggu (14/1).
Peran tersebut, lanjut dosen Universitas Dian Nusantara ini, merupakan peran yang diambil Ganjar dari semua sisi positifnya Presiden Jokowi.
"Sehingga diharapkan suara-suara pendukung atau suara-suara loyalisnya Jokowi yang mendukung Prabowo tadi, yang diharapkan dengan Prabowo marah-marah itu suara itu menjadi luntur, suara-suara itu bisa mendukung Ganjar," kata Tamil Selvan.
Baca Juga: Uchok Sky Khadafi Minta Poldasu Periksa Bupati Madina, Dugaan Suap Tak Mungkin Tersangkanya Satu
Sementara itu Anies Baswedan membantah menyerang secara personal terhadap Prabowo Subianto, saat debat ketiga pada Minggu, 7 Januari 2024.
Meski banyak pihak yang menganggap dirinya menyerang Prabowo, Anies justru berkata sebaliknya.
"Saya berkali-kali diserang secara personal malah," kata Anies kepada awak media.
"Disebut namanya, diminta untuk belajar lagi, malah nggak bicara tentang kebijakan yang saya buat, saya merasakan itu memang," sambungnya.
Alih-alih menyerang secara personal, mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan dirinya fokus mengkritik kebijakan.
"Coba lihat, di antara kami bertiga siapa yang menyerang personal?" tutur dia.
"Kalau jangan menyerang personal sekarang dilihat, mana yang menyerangnya personal, mana yang mengkritiknya kebijakan, saya insyaallah konsentrasi pada kebijakan," sambungnya.***

