POJOKSATU.id - Calon presiden Ganjar Pranowo mengkritik program makan siang gratis yang diusung oleh pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kritik itu disampaikannya saat pidato dalam acara Sarasehan Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di kawasan Stadion GBK Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/12/2023).
Program tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran sebesar Rp400 triliun.
Ganjar mengatakan bahwa program tersebut tidak tepat sasaran.
Ia menilai bahwa anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk membangun fasilitas yang layak di daerah-daerah terbelakang.
Baca Juga: Temui Petani Tembakau di Klaten, Ganjar Bahas Masalah Pupuk
Ganjar bercerita ketika dirinya berkunjung ke salah satu distrik di Merauke yang bertepatan dengan kampanye padanan, 28 November 2023. Genjar melihat, jika masyarakat Merauke kesulitan untuk mendapat akses kesehatan.
Ganjar juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap program-program yang ditawarkan oleh para calon presiden.
"Mari kita makin kritis pada soal jargon. Pada soal program, pada soal gimik, karena di balik politik yang besar? Di balik debat yang ditonton, tepuk tangan yang sangat meriah, sebenarnya ada tanggung jawab moral kita untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Jangan bohongi rakyat," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa politisi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
Baca Juga: Kampanye di Sragen, Ganjar Konsolidasi dengan Relawan
Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka juga telah menanggapi kritik terhadap program makan siang gratis tersebut.
Ia mengatakan bahwa program tersebut merupakan investasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. ***
Artikel ini ditulis oleh Arya Pratama dengan judul “Ganjar Kritik Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran”.
