POJOKSATU.id — Pada debat kedua calon presiden (capres) Ganjar Pranowo berada di posisi tengah antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
“Terimakasih. Mudah-mudahan saya didahulukan di tengah untuk mendinginkan dua kawan saya kiri kanan” ujarnya
Debat yang bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik dan politik luar negeri, merupakan kesempatan Anies untuk mendesak Prabowo selaku menteri pertahanan (kemenhan) saat ini.
Dalam debat tersebut Anies menyinggung persoalan pribadi Prabowo dengan mengungkapkan hektaran tanah Prabowo hingga kesejahteraan TNI.
Baca Juga: Buntut Ungkap Lahan Prabowo, Anies Dilaporkan ke Bawaslu
"Sementara menterinya Pak Jokowi, punya 340 hektare tanah di republik ini, ini harus diubah," ungkapnya sebelum merevisi menjadi 340 ribu hektare.
Anies juga menyebut prajurit TNI makin tidak sejahtera di era Jokowi. Pada masa pemerintahan SBY, ASN naik gaji sebanyak sembilan kali pada dua periode pemerintahannya dan food estate singkong menguntungkan kroni saja, merusak lingkungan, dan tidak menghasilkan.
Dengan adanya pernyataan dari Anies, Prabowo Subianto pun membantah data yang disampaikan mantan Gubernur DKI tersebut.
"Semua data yang saudara ungkapkan itu keliru semua, saya bersedia kita duduk, kita buka-bukaan," bantah Prabowo.
Baca Juga: Anies Baswedan Kaget Presiden Komentari Debat Capres, Biarkan Publik yang Nilai
"Mau bicara food estate, mau bicara apa, apa PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka, jadi di mana masalahnya?" tambah Prabowo dengan tegas.
Hal ini lah yang menjadi awal mula capres no 2 Prabowo dengan no 1 Anies memanas.
Namun Ganjar yang merasa dirinya menjadi pendingin antara dua paslon tersebut, ikut mendesak Prabowo untuk memberikan data MEF yang sebenarnya kepada publik, sehingga panggung debat menjadi lebih panas.***
Artikel ini ditulis oleh Syawal Gilang Cahyadi dengan judul "Ganjar Akui Posisinya Dapat Dinginkan 2 Kawan Capresnya, Tapi Malah Ini yang Dilakukan".
