POJOKSATU.id - Survei terbaru dari Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mengenai preferensi pemilih Jember menjelang Pilkada 2024 menunjukkan persaingan ketat antara Faida dan Hendy Siswanto.

Survei ini melibatkan 1.860 responden dari total 1.972.216 pemilih terdaftar di Jember, menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan margin of error ±2,27% dan tingkat kepercayaan 95%. Dilakukan pada 28 Mei hingga 9 Juni 2024, survei ini mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kinerja Bupati Jember, Hendy Siswanto. Sebanyak 67,6% responden tidak puas, sementara hanya 17,2% yang merasa puas.

Direktur Eksekutif LKPI, Togu Lubis, mencatat bahwa 78,9% responden menganggap kepemimpinan Hendy gagal, terutama dalam menurunkan angka stunting, memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, dan menangani praktik KKN di pemerintahan. Hanya 9,4% yang menganggap Hendy sukses memenuhi janji kampanye, dengan 11,7% tidak memberikan pendapat.

Baca Juga: Unggul di Survei LKPI, Paniel Waker Layak Pimpin Kabupaten Puncak Papua

Dari survei ini, Faida, mantan Bupati Jember (2016-2021), memimpin dalam kategori elektabilitas dengan 34,4%, diikuti oleh Muhammad Fawait dengan 19,3% dan Hendy Siswanto dengan 17,3%. Ketika simulasi tertutup terhadap lima nama calon bupati dilakukan, elektabilitas Faida meningkat menjadi 38,6%, Muhammad Fawait 23,2%, Hendy Siswanto 12,6%, Hadi Supaat 5,2%, dan M. Jaddin Wajad 3,8%.

Dalam simulasi dengan hanya tiga calon, Faida mendapatkan dukungan 43,7%, Muhammad Fawait 27,3%, dan Hendy Siswanto 17,4%.

Tingkat popularitas atau pengenalan terhadap calon menunjukkan Faida teratas dengan 80,7%, disusul Hendy Siswanto 78,7%, dan Muhammad Fawait 60,7%. Penerimaan publik juga menempatkan Faida di posisi teratas dengan 76,7%, Muhammad Fawait 64,3%, dan M. Jaddin Wajad 57,3%.

Baca Juga: Survei LKPI: Helldy Agustian Jadi Pilihan Utama Masyarakat Cilegon

Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, menyatakan bahwa Faida menjadi perhatian utama karena unggul dalam survei. Ia menambahkan, pemilih di Jember cenderung menilai kinerja nyata daripada pencitraan.

Tingginya elektabilitas Faida menurutnya disebabkan oleh pengalaman dan kinerjanya sebagai bupati sebelumnya. Surokim menyarankan Faida untuk terus menjaga kedekatan dan kepercayaan masyarakat.

Saat ini, persaingan untuk Pilbup Jember melibatkan Hendy Siswanto dan anggota DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait, yang bersaing ketat dengan Faida.