POJOKSATU.ID- Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka makin moncer menjelang pemilihan presiden pada 14 Februari 2024.

Berdasarkan hasil survei terbaru Jakarta Research Center (JRC), elektabilitas capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu sudah tembus 50,3 persen.

Hal tersebut makin membuka peluang bagi Prabowo-Gibran untuk menang satu putaran di Pilpres 2024.

Menurut Direktur Komunikasi JRC, Alfian P, naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran tersebut lantaran adanya pergerakan suara yang menjauh dari kalangan nasionalis.

Baca Juga: Viral, Mamak-Mamak di Deli Serdang Kuras dan Perbaiki Kapal Pengungsi Rohingya yang Karam di Desa Karang Gading

"Sebagian besar pemilih dari segmen nasionalis cenderung memilih pasangan Prabowo-Gibran, terbukti dari tingginya elektabilitas yang mencapai 50,3 persen, jauh di atas Ganjar-Mahfud," ucap Alfian dalam keterangannya, Rabu (10/1/2024).

Sementara itu, paslon nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 18,4 persen. Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan 23,6 persen.

Menurut Alfian, Prabowo-Gibran yang didukung KIM, menjadi alasan mengapa lebih banyak pemilih nasionalis moderat yang mendukung keputusan mereka.

Parpol anggota KIM seperti Partai Demokrat, PSI, Partai Golkar, PAN, dan Partai Gerindra, mewakili sektor pemungutan suara nasionalis Islam dan perkotaan.

Baca Juga: VIRAL Guru Honorer Status P Melawan dan Tolak Tes PPPK Guru 2024, BANGKIT SEMUA SEKARANG!

Sementara Anies dan Cak Imin merupakan tim calon yang mendapat dukungan dari Islam modernis, yang juga didukung oleh kalangan tradisional dan nasionalis lainnya.

Ditambahkan Alfian, pemilih nasionalis moderat menilai kemenangan Prabowo-Gibran akan menghindari polarisasi seperti yang terjadi di sejumlah pemilu sebelumnya.

"Trauma yang cukup mendalam terhadap politik identitas, terutama pada momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 silam," ucapny.

"Ini membuat segmen pemilih nasionalis berbondong-bondong mendukung Prabowo-Gibran yang peluangnya lebih besar untuk menang pada Pilpres 2024," jelasnya.

Baca Juga: Demo Pekan Ketiga Guru Honorer Calon PPPK Madina, Dengarkan Isi Hati Kami Pak Bupati

Mereka, lanjut Alfian, terbujuk untuk mengambil keputusan ini karena dukungan Presiden Jokowi dan diperkenalkannya Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo.

Alhasil, basis dukungan terhadap Prabowo-Gibran pun kian berkembang hingga keduanya menjadi pesaing serius untuk memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran.

"Tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran memberikan coattail effect (efek ekor jas) bagi Gerindra, sehingga berpeluang menggeser PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2024," ujar Alfian.

Wawancara dengan metode tatap muka dalam survei JRC ini dilaksanakan pada 26-31 Desember 2023 dengan melibatkan 1.200 responden dari setiap provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Acara HUT Ke-51 PDIP, Wapres Ma'ruf Amin Salam Metal Tiga Jari, Sinyal Dukungan ke Ganjar-Mahfud?

Pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) digunakan dalam survei ini, dan memiliki tingkat kepercayaan 95% dan perkiraan margin kesalahan sebesar 2,9 persen.

Terkait kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran yang mencapai 50,3 persen, menurut survei JRC, menggambarkan dinamika politik yang sangat mendukung pasangan ini.

Dengan dukungan yang kuat dari berbagai segmen pemilih, termasuk nasionalis moderat dan basis tradisional serta perkotaan, Prabowo-Gibran saat ini berada di garis depan dalam persaingan Pilpres 2024.

Elektabilitas yang tinggi ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.

Baca Juga: Maklumi Banyak Artis yang Menjauh Gegara Kasus yang Dulu, Saipul Jamil Sebut Dirinya Sudah Berubah Menjadi Lebih Baik

Tetapi juga potensi untuk menciptakan perubahan politik yang signifikan di Indonesia.

Keunggulan elektabilitas ini, ucap Alfian, dipadukan dengan rencana dan visi yang jelas dari Prabowo-Gibran, menjanjikan masa depan politik Indonesia yang lebih stabil dan progresif.

"Ini terus untuk menguatkan Prabowo untuk kampanye konsolidasi untuk merebut kemenangan," tuturnya. ***