POJOKSATU.ID- Wakil Ketua Dewan Pembina partai Gerindra Mochamad Iriawan turut menanggapi pernyataan yang menyebut kubu Prabowo melakukan politik adu domba pasca kader PDIP Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu keberatan atas adanya pernyataan tersebut, bahkan dirinya menegaskan jika keinginan kader PDIP Budiman Sudjatmiko mendukung Prabowo adalah murni keinginannya sendiri.
"Saya sangat keberatan dengan adanya pernyataan bahwa kubu Prabowo melakukan devide et impera atau berpolitik adu domba pasca Budiman Sudjatmiko mendukung Prabowo melalui deklarasi Prabu di Semarang pada hari Jumat lalu," kata Iwan Bule kepada wartawan, Rabu, 23 Agustus 2023.
Baca Juga: Viral Penjambret WNA Alami Kecelakaan, Kaki Patah Tak Bisa Dibengkokin, Didoakan Sama Netizen
Eks Kapolda Metro Jaya mengaku, saat dirinya hadir di acara deklarasi di Semarang, tak ada praktek adu domba politik seperti yang lagi ramai dituduhkan kepada Partai Gerindra.
"Saya hadir di sana sebagai saksi, tidak ada namanya praktek adu domba seperti yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini," ucap Iwan Bule.
Bahkan, kata Iwan Bule, Budiman mengaku bahwa dukungannya kepada Prabowo Subianto itu merupakan kerelaan hatinya kader PDIP tersebut.
Baca Juga: 206 Koperasi di Kabupaten Karawang Terancam Dibubarkan
"Pak Budiman Sudjatmiko dengan kerelaan hatinya mendukung Pak Prabowo, setelah beliau membaca buku Paradoks Indonesia yang ditulis sendiri oleh Pak Prabowo," tegasnya.
Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko mendeklarasi dukungannya kepada Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disambut baik.
Bahkan Gerindra menyatakan terbuka menerima siapa pun untuk menjadi kader, termasuk Budiman.
Baca Juga: Terisak Usai Bacakan Pledoi Kasus Penipuan Jual Beli iPhone, Pungky : Kenapa Harus Aku di Sini?
"Gerindra partai terbuka, bisa menerima siapa pun," kata Muzani, Sabtu, 19 Agustus 2023.
Ia menyebut bahwa Partai Gerindra terbuka menerima siapa pun menjadi kadernya, asalkan yang bersangkutan dapat menerima seluruh keputusan partai.
"Yang penting satu, menerima dengan seluruh yang sudah kita putuskan," tegasnya..***
