POJOKSATU.id, JAKARTA-- Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) telah mendatangi kediaman Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto untuk memberikan dukungan.

Namun di momen ini, pihaknya mengajukan 5 agenda pada Prabowo- Gibran yang akan didukung oleh jutaan petani sawit.

Kelima poin itu yang diajukan oleh Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) antara lain :

Pertama, meminta agar dana pungutan Ekspor CPO yang dihimpun oleh BPDPKS agar dialokasikan bagi pendidikan anak petani sawit.

Kedua, agar ada program dari pemerintah untuk membangun sekolah menengah Kejuruan Perkebunan Kelapa Sawit.

Baca Juga: Materi Tes Potensi Skolastik dan Literasi SNBT 2024, Jenis Soal, dan Jumlah Soalnya

Ketiga, dana Pungutan ekspor CPO agar di alokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah areal perkebunan sawit.

Keempat, adalah soal dana pungutan Ekspor CPO agar benar benar digunakan untuk program pinjaman dana revitalisasi kebun kebun petani plasma dan mandiri

Kelima, mempercepat program sertifikasi lahan lahan perkebunan sawit para petani

"Jadi wajar kami dari APPKSI mengajukan 5 agenda pada Prabowo- Gibran yang akan didukung oleh jutaan petani sawit, karena selama ini dana pungutan ekspor CPO tidak dirasakan oleh para stake holder perkebunan sawit terutama para petani sawit," kata Sekretaris Jendral APPKSI, Arifin Nur Cahyono dalam jumpa pers di Jakarta Timur, Rabu (31/1/2024).

Arifin menuturkan, bila Prabowo terpilih, harus ada program untuk membangun sekolah menengah Kejuruan Perkebunan Kelapa Sawit di daerah daerah perkebunan sawit.

Baca Juga: Link Simulasi Tes UTBK SNBT Tahun 2024, Ada Contoh Soal Isian Singkat

Mengingat dana pungutan ekspor CPO sangat besar sehingga bisa di alokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah areal perkebunan sawit.

"Dana pungutan Ekspor CPO agar benar benar digunakan untuk program pinjaman dana untuk revitalisasi kebun kebun petani plasma dan mandiri," ujarnya.

"Juga mempercepat program sertifikasi lahan lahan perkebunan sawit para petani sawit plasma dan mandiri," ungkapnya.

Poin- poin inilah, kata dia, yang menjadi tuntutan APPKSI kepada Prabowo- Gibran agar dilaksanakan jika terpilih nanti.

Karena itu, dengan alasan inilah pihaknya memberikan dukungan dan pilihan pada pilpres 2024 kepada Prabowo - Gibran.

Baca Juga: 13 Sekolah Kedinasan untuk Lulusan SMK yang Buka Pendaftaran Maret 2024

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jogjakarta, Ludiro Madu menilai adanya dukungan dari Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) akan menambah kekuatan bagi pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

"Adanya dukungan dari APPKSI pastinya akan menambah kekuatan bagi pasangan Prabowo -Gibran pada Pilpres 2024," kata Ludiro kepada awak.

Ludiro menyebutkan, jika Prabowo -Gibran terpilih menjadi presiden-wakil presiden di 2024, maka permintaan 5 usulan dari APPKSI harus di realiasikan agar tidak mengecewakan para petani sawit tersebut.

"Kalau Prabowo-Gibran menang terpilih menjadi presiden-wakil presiden di 2024, maka permintaan 5 usulan dari APPKSI harus di realiasikan agar tidak membuat kecewa para petani sawit tersebut," ucap Ludiro.

Ditempat terpisah, Komandan Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo -Gibran, Haris Rusli Moti menyambut baik adanya dukungan dari Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) kepada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

"Kami sangat senang adanya dukungan dari Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia kepada Prabowo-Gibran, karena ini akan menambah kekuatan politik untuk menangkan satu putaran di Pilpres 2024," tuturnya.

Baca Juga: Bocoran Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2024, Jadwal, Instansi, dan Link Seleksi

Haris menuturkan, lima usulan APPPKSI akan terwujud bila Prabowo -Gibran menang pada pilpres 2024.

Keyakinan itu bisa dilihat dari program Prabowo-Gibran yang memperhatikan nasib para petani serta petani sawit.

"Lima usulan APPKSI akan terwujud bila Prabowo -Gibran menang pada pilpres 2024. Keyakinan itu bisa dilihat dari program Prabowo-Gibran yang memperhatikan nasib para petani serta petani sawit," ujar Haris.

Perlu diketahui, Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menyampaikan, dana pungutan ekspor sawit yang telah terkumpul hingga Mei 2023 mencapai Rp 186,6 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sejumlah hal.

Di antaranya untuk penyaluran program biodiesel, program peremajaan sawit rakyat (PSR), program pelatihan, dukungan penyediaan sarana prasarana pekebun sawit, penelitian, dan lainnya.

Tercatat, penyaluran untuk program PSR hingga Mei 2023 sebesar Rp 7,78 triliun, penyaluran untuk program biodiesel mencapai Rp 146,56 triliun, program pelatihan Rp 366,53 miliar, dan penelitian sebesar Rp 519,6 miliar.***