POJOKSATU.id, MEDAN - Menuju Pilkada 2024,  penjaringan terhadap bakal calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan telah dibuka oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar.

Penjaringan bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2024-2029, dibuka sejak 15-23 April 2024.

Dalam keterangannya, Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan DPD Golkar Kota Medan, Zulchairi Pahlawan, mengatakan penjaringan ini terbuka untuk kader maupun non kader Partai Golkar.

Baca Juga: Kenali Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN, Agar Kamu Gak Akan Bingung

Tentunya bagi pendaftar harus mengikuti syarat dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Partai Golkar.

"Penjaringan ini berdasarkan dari SK yang diterbitkan DPD Golkar Sumut, dan berdasarkan Juklak 03 tahun 2020. Pendaftaran dengan mengisi form, kemudian form kami terima," ucap Zulchairi, Senin (15/4/2024) sore.

Bersama Sekretaris DPD Golkar Kota Medan, Mulia Asri Rambe, Zulchairi mengatakan bahwa setelah melakukan penjaringan, kemudian nama-nama bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan akan diserahkan kepada DPD Golkar Sumut untuk disampaikan ke DPP Golkar.

Baca Juga: Pemerintah Menerbitkan Kebijakan Baru Mengenai Seragam Sekolah Tahun 2024, Begini Aturannya

Selanjutnya, akan dilakukan survei elektabilitas masing-masing bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang bakal diusung dan didukung Golkar pada Pilkada serentak tahun 2024.

"Kami memiliki story setiap Walikota Medan yang kami usung selalu menang di Kota Medan. Kami berharap dan kami pastikan, Pilkada Medan 2024 ini kami pastikan memenangkan pasangan yang kami usung," ungkap Zulchairi.

Pada Pileg 2024, Golkar Medan memperoleh 6 kursi di DPRD Kota Medan. Hal ini meningkat dari Pemilu 2019 lalu yang hanya memperoleh 4 kursi.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Inilah 8 Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja yang Baik

Meski begitu, Golkar tidak bisa mengusung bacalon mereka sendiri, dan harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Untuk itu, Zulchairi mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka komunikasi dengan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024.

"Untuk koalisi, kami tetap mengutamakan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam tahap pembicaraan," jelas Zulchairi.

Ditekankannya, Jika Golkar akan memprioritaskan kadernya terlebih dahulu.

Baca Juga: SELAMAT Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi, Gaji 13 dan TPG TW 1 pada Bulan Ini CAIR BISA Rp15 JUTAAN!

"Calon ini akan kita survei, apakah calon memiliki elaktabilitas baik terhadap partai Golkar dan masyarakat. Survei kita akan lakukan setelah penjaringan ini. Sekali lagi, penjaringan ini terbuka kader dan non kader," tutupnya. ***