POJOKSATU.id - Partai Demokrat menyatakan sudah move on pasca ditinggalkan bakal calon presiden Anies Baswedan dan Partai Nasdem.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, partainya bakal membuka lembaran baru dengan menyongsong masa depan yang lebih baik lagi.

"Hari ini, kami keluarga Partai Demokrat dengan berbesar hati, dengan kerendahan hati, menyatakan move on," kata AHY kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/9/2023).

Baca Juga: 20 Contoh Latihan Soal IPS Kelas 4 SD, Lengkap Jawaban dan Pembahasan yang Penting untuk Pembelajaran di Rumah

Dia mengatakan, bahwa partainya membuka peluang untuk bergabung dengan koalisi yang ada saat ini.

Apakah bergabung bersama Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, PBB dan Partai Gelora yang mengusung Prabowo Subianto.

Atau poros PDI- Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo dan Partai Hanura yang mengusung Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Lazada Indonesia: Komitmen Terhadap Layanan Pelanggan Terbaik pada Hari Pelanggan Nasional 2023

Namun Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum bisa memastikan bakal bergabung dengan mana.

"Partai kita memungkinkan untuk bergabung dengan koalisi yang ada saat ini," tuturnya.

AHY juga mengajak kader Demokrat untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Ia menyebut, Demokrat tidak akan patah oleh ganjalan politik sekeras apa pun.

Baca Juga: Indonesia Masters 2023 di Sumut : Diikuti 292 Pebulu Tangkis dari 18 Negara, Unggulan dari Jepang Ikut Turun

"Kita juga tidak akan berkompromi pada konspirasi politik securang apa pun," ucap AHY.

Meski demikian, AHY tetap mengucapkan selamat kepada pasangan capres-cawapres Anies-Cak Imin yang sudah melakukan deklarasi.

"Selamat kepada Capres Anies Baswedan dan Cawapres Muhaimin Iskandar usai mendeklarasikan sebagai pasangan Capres dan Cawapres pada Pemilihan Presiden 2024," pungkasnya.

Baca Juga: Kisah Rahasia di Balik Kedekatan Cha Eunwoo ASTRO & Moon Ga Young: Rumor Kencan yang Menggetarkan Penggemar

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menghembuskan duet Anies-Cak Imin.

Teuku mengaku, bahwa partainya kecewa lantaran keputusan duet Anies-Cak Imin dilakukan secara sepihak oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Persetujuan ini (Anies-Cak Imin) dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," kata Teuku kepada wartawan dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan di Era Digital sebagai Pondasi Peradaban Modern

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menyebut sudah mengkonfirmasi kepada Anies terkait diet tersebut.

Dia mengatakan, bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu membebankan dirinya dijodohkan dengan Cak Imin oleh Surya Paloh.

"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar," ujarnya.

Baca Juga: Laporan Kekayaan Ridwan Kamil Selama Memimpin Jabar, Bisa Kebeli Ini

Teuku menyebut bahwa keputusan tersebut secara tidak langsung memaksa Partai Demokrat untuk menerima duet Anies-Cak Imin.

"Demokrat dipaksa menerima keputusan itu," tandasnya.

Untuk diketahui, Partai Demokrat bersama Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk mengusung Anies sebagai capres.

Adapun kerjasama dalam koalisi tersebut, keputusun cawapres sepenuhnya diserahkan kepada Anies Baswedan.

Sedangkan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sosok figur yang disebut-sebut berpotensi menjadi cawapres Anies. ***