POJOKSATU.id, MEDAN - Pada parhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 ini, berbagai nama masuk dalam radar Partai Gerindra Kota Medan.
Partai besutan Prabowo Subianto ini telah resmi membuka pendaftaran bakal calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2024-2029.
Meski terbilang lebih lama dari partai politik lain, Partai Gerindra membuka pendaftaran pada 10-17 Mei 2024. Hal ini setelah adanya keputusan rakernas.
Baca Juga: Polsek Belawan Tangkap Pelaku Penganiyaan Senjata Tajam di Jalan Sumatera
Ada 3 nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran di Partai Gerindra.
Ketiga nama itu adalah Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, mantan Wali Kota Medan Akhyar Nasution, dan Sobirin Harahap. Bahkan menurut Ketua Tim Penjaringan Partai Gerindra, Hidayat Tanjung mengatakan Ihwan Ritonga juga masuk dalam radar mereka.
“Ada bung Ihwan Ritonga yang paling utama, ada bung Salomo Pardede, Hidayat Tanjung dan bung Surianto SH (Butong), ada ibu Dame Duma dan tokoh pemuda Tionghoa Gerindra bung Joni Harun,” kata Hidayat Tanjung.
Baca Juga: Bentrokan Mematikan: Pasukan Israel Disergap oleh Brigade Al-Qassam di Selatan Gaza
Menurut Hidayat, nama-nama tersebut merupakan kader terbaik Partai Gerindra yang nantinya akan diusulkan ke DPD Partai Gerindra Sumatera Utara dan selanjutnya ke DPP Partai Gerindra.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Medan Ihwan Ritonga mengatakan, banyak calon dari luar yang ingin mendaftar ke Partai berlambang Garuda tersebut.
Bahkan Wakil Ketua DPRD Medan itu juga dikabarkan maju menjadi Bacalon Wali Kota Medan. Meski demikian Ihwan mengatakan akan tetap mengikuti mekanisme keputusan DPP Gerindra.
Baca Juga: Kepercayaan DiriPemain Timnas U-23 Dinilai Baik oleh Shin Tae-yong, Ini Buktinya
Adapun syarat yang harus dipenuhi bacalon adalah harus mendukung penuh program Prabowo-Gibran.
"Syarat dari internal harus mendukung penuh program pemerintahan Pak Prabowo-Gibran, karena kan sudah diintruksikan kader Gerindra untuk mendukung penuh program-program dan pastinya untuk calon yang akan kita usung wajib," tutup Ihwan. ***

