POJOKSATU.id - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) resmi deklarasi dukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Deklarasi dukung Prabowo-Gibran tersebut dilakukan bersamaan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Bandung, Minggu (14/1/2024) malam.

Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri langsung Prabowo Subianto.

Selain deklarasi dukungan, KSPN juga menyerahkan langsung 7 program pro pekerja kepada Prabowo Subianto.

Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra Anggap Petisi 100 Inkonstitusional dan Perkeruh Suasana Jelang Pemilu 2024

Diantaranya perluasan lapangan pekerjaan, rumah subsidi bagi pekerja, rumah sakit khusus pekerja.

Kemudian bantuan modal usaha bagi pekerja korban PHK, pemerataan upah minimum, koperasi pekerja, dan program beasiswa perguruan tinggi bagi anak pekerja.

Presiden KSPN, Ristadi menyatakan, siap memenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

“Kami, KSPN menyampaikan kebulatan tekad kami untuk memenangkan Prabowo-Gibran meraih kemenangan mutlak satu putaran pada Pemilu 2024,” ucap Ristadi saat dihubungi, Senin 15 Januari 2024.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dianggap Berharap Dukungan dari Relawan Jokowi yang Tak Suka Prabowo

Sebelumnya, perwakilan dan pengurus KSPN sempat berdiskusi dengan Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut membuahkan kesepakatan bersama yang tertuang dalam 7 program prioritas pro pekerja dan buruh.

Menurutnya, 7 program tersebut cukup penting mengingat beberapa tahun terakhir terjadi PHK massal khususnya di sektor industri padat karya tekstil dan produk tekstil.

"Ini menjadi masalah tersendiri kalau kemudian tidak tertangani secara serius," kata dia.

Dengan semakin banyak PHK, otomatis pengangguran akan meningkat yang berakibat pada turunnya daya beli masyarakat.

"Kalau daya beli sudah turun, maka ekonomi juga akan menurun,” tutur dia.

Demikian juga terkait rumah subsidi bagi pekerja, karena banyak pekerja yang hingga saat ini belum memiliki rumah sendiri.

Baca Juga: Ketum PAN Zulhas Nilai Wacana Pemakzulan Presiden Jokowi Sesuatu yang Aneh

Hal itu lantaran masih rendahnya upah minimum yang menurut perbankan tidak memenuhi pengajuan kredit rumah.

“Ini juga harus jadi perhatian serius jika beliau nanti terpilih menjadi Presiden RI,” katanya.

Hal lain adalah soal kesenjangan upah minimum pekerja yang cukup tinggi antara daerah.***