POJOKSATU.id - Debat Cawapres (calon wakil presiden) yang akan dilaksanakan pada 22 Desember 2023 akan memfokuskan salah satu pembahasannya pada ekonomi digital.
Pada era 5.0 yang diwarnai oleh kecerdasan buatan (robot), penting bagi debat cawapres untuk mengarahkan Indonesia sebagai pelaku utama dalam mengelola ekonomi global dengan kehadiran teknologi tersebut.
Seiring perkembangan teknologi dari 4.0 ke 5.0, Indonesia perlu mengambil peran yang lebih aktif, terutama dalam memanfaatkan robotika dan teknologi buatan yang telah menjadi bagian integral dari ekonomi global.
Pengamat Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Jaenal Effendi, menggarisbawahi bahwa beberapa tahun belakangan Indonesia hanya menjadi penonton dalam kemajuan teknologi 4.0, sementara negara-negara tetangga telah beralih ke teknologi 5.0 dengan pemanfaatan robotik dan kecerdasan buatan.
Transformasi ini tidak hanya mempengaruhi aspek teknologi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak besar pada berbagai sektor, termasuk ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.
Jaenal Effendi berpendapat bahwa sejak 2016, Indonesia seharusnya sudah dapat meraih keuntungan yang lebih besar dengan memanfaatkan potensi-potensi kemajuan ekonomi digital.
Oleh karena itu, ia berharap bahwa dalam debat nanti, isu utama yang dibahas adalah terkait transformasi digital untuk pengembangan ekonomi digital.
Baca Juga: Debat Capres: Anies Baswedan Katakan Indeks Demokrasi Menurun, Cek Faktanya!
Pemanfaatan peluang ini dianggap sangat penting, terutama bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan terobosan.
Lebih lanjut, Jaenal menginginkan agar calon wakil presiden yang tampil dalam debat serius dalam mengelola ekonomi digital, bukan hanya sebagai penonton, melainkan juga sebagai investor dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pemetaan dan pengiriman anak-anak bangsa untuk meningkatkan literasi teknologi juga dianggap sebagai hal yang krusial.
Jaenal menyoroti perlunya identifikasi dan pemanfaatan SDM yang berada di luar negeri, terutama yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, sebagai langkah kunci untuk memajukan sektor-sektor di Indonesia.
Jaenal mencontohkan situasi di masa lalu di mana masyarakat Indonesia di luar negeri memiliki keahlian yang sama, namun enggan pulang karena kurangnya kesempatan dan fasilitas pemerintah.
Baca Juga: Debat Capres Ramai Dibahas, Prabowo Bilang Bahwa Pendirian Tempat Ibadah Dipersulit
Oleh karena itu, ia berharap calon presiden dan wakil presiden yang akan datang memberikan insentif dan fasilitas yang diperlukan agar mereka mau kembali dan berkontribusi pada pengembangan teknologi, kesehatan, dan struktur ekonomi di Indonesia.
Dalam konteks bisnis digital, Jaenal menjelaskan strategi untuk menghasilkan pendapatan melalui tiga aspek utama, menciptakan konten kreatif yang menarik untuk media sosial, menawarkan produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan pasar, dan menyediakan sistem pembayaran elektronik.
Monetisasi ini dianggap penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sehat, pelanggan dapat dengan mudah melakukan transaksi, sementara penjual memiliki peluang untuk inovasi produk atau sistem pembayaran.
Oleh karena itu, penggunaan platform digital, seperti e-commerce, dianggap sebagai keharusan bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka di era saat ini.***
