POJOKSATU.id - Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyebut cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, agak aneh.

Pernyataan itu dilontarkan Gibran ketika menanggapi pernyataan Muhaimin terkait permasalah perkotaan.

Awalnya, Muhaimin Iskandar mendapat pertanyaan tentang tingginya angka penduduk di perkotaan dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Debat Cawapres 2024, Gibran Janjikan 19 Juta Lapangan Pekerjaan dengan 4 Langkah Ini

Tingginya angka penduduk di perkotaan yang terus meningkat itu dikhawatirkan menimbulkan permasalah yang semakin kompleks di masa mendatang.

Diantaranya adalah permasalahan transportasi publik, sampah, dan kawasan kumuh.

Pasangan Anies-Muhaimin itu lantas ditanya apa yang akan jadi strategi paslon untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Dalam Debat Cawapres Pakaian Mahfud MD Lebih Santai Dibandingkan Pasangan Nomor Urut 2 dan 1

Menurut Muhaimin, perkotaan dibutuhkan untuk terus menjadi bagian dari pembangunan.

Nah, salah satu kebutuhan pokok perkotaan adalah infrastruktur yang memadai.

"Agar tidak terjadi penumpukan di satu perkotaan, maka pembangunan perkotaan harus dibikin merata di berbagai tempat," ucap Muhaimin.

Baca Juga: Jelang Debat Cawapres 2024, Massa Pendukung Gibran, Nyaris Bentrok dengan Pendukung Mahfud

Muhaimin menyatakan, Anies-Imin memiliki tekad dalam pemerintahan akan datang, minimal harus dibangun 40 kota baru yang selevel dengan Jakarta.

40 kota baru selevel Jakarta itu memiliki kemampuan menampung jumlah penduduk, lengkap dengan sarana dan prasarana serta lingkungan yang sehat.

"Termasuk kehidupan yang memberikan keyamanan bagi seluruh penduduknya. Dimana rumah tidak terlampau jauh dari pusat-pusat pekerjaan," katanya.

Akan tetapi, Muhaimin menyampaikan bahwa dalam sebuah pembangunan harus pandai mengatur skala prioritas.

Muhaimin juga lantas menyinggung soal IKN.

Baca Juga: Ketakutan Duluan, Kubu Prabowo Minta Mahfud MD dan Cak Imin Jangan Serang Gibran Saat Debat Cawapres

"Kita bukan setuju tidak setuju dengan IKN. Yang paling penting adalah prioritas kepemerataan dan keadilan agar terbangung kota-kota," ucap dia.

"Sehingga sarana air bersihnya, terwujud. Balikpapan kasihan, Banjarmasin kasihan, Pontianak kasihan,"

"Karena kota-kota ini dalam waktu singkat kita sulap menjadi lebih baik karena fiskal yang kita sediakan di rata adilkan di masing- masing perkotaan." kata dia.

Baca Juga: Prabowo Salat Jumat Shaf Depan di Kemhan, Khusuk Berdoa Jelang Debat Cawapres Perdana Gibran

Untuk pendanaan pembangunan 40 kota tersebut, Muhaimin menyebut akan menggandeng investasi dari pihak swasta.

Menanggapi hal itu, Gibran menyebut Muhaimin Iskandar agak aneh.

"Gus Muhaimin ini agak aneh. Pingin bangun kota selevel Jakarta tapi nggak setuju sama IKN," seloroh Gibran.

Baca Juga: Ini Yang Akan Disampaikan Gibran Dalam Debat Nanti Malam, Jangan Kaget Ya!

"Tapi ya monggo lah, nggak apa apa," sambungnya.

Menurut Gibran, untuk permasalah perkotaan yang harus diutamakan adalah transportasi umumnya.

"Kita pastikan transportasi umum ini aman nyaman terutama bagi disabilitas, lansia dan anak anak," kata dia.

Selain itu, transportasi juga harus dilengkapi dengan digitalisasi.

"untuk kota kecil, kita pakai skema buy the service sehingga masyarakat bisa mencoba transportasi umum secara gratis," jelasnya.

Baca Juga: Malam Ini Gibran Debat Perdana Cawapres, Jokowi Sampaikan Ini

Sementara untuk masalah kawasan kumuh, menurut Gibran dibutuhkan kolaborasi antara kementerian terkait dan pemerintah daerah serta CSR dari swasta.***