POJOKSATU.id - Dalam upaya mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang lebih inklusif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Indonesia telah mengambil langkah progresif dengan menyelenggarakan kegiatan sulih bahasa isyarat pada debat ke-5 2024 Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres).
Usman Kansong, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo, menyampaikan bahwa kegiatan sulih bahasa isyarat pada tanggal 3 Februari 2024 lalu bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada penyandang disabilitas debat Capres 2024.
Baca Juga: Inovasi Terbaru Asus Luncurkan Zenbook 14 OLED, Laptop AI Powered Pertama di Indonesia
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan partisipasi setara bagi semua warga negara dalam Pemilu 2024, tanpa memandang jenis kelamin, usia, disabilitas, etnis, agama, atau latar belakang sosial ekonomi, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan debat Capres 2024.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, menekankan pentingnya pengakuan dan perlindungan hak-hak politik bagi semua warga negara, hal tersebut dibahas pada saat debat Capres 2024.
Baca Juga: Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Akui Indonesia Krisis Etika
Dalam siaran pers yang dikutip oleh Diskominfo Indramayu pada 4 Februari 2024, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) menyambut baik inisiatif tersebut.
Kegiatan sulih bahasa isyarat pada debat capres dan cawapres tidak hanya menjadi simbol inklusivitas, tetapi juga merupakan kemitraan antara Kementerian Kominfo dan Pengurus Pusat Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin).
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini sebelumnya terjadi pada debat keempat pada 21 Januari 2024.
Dengan debat kelima Capres 2024 yang digelar pada 4 Februari 2024, langkah-langkah inklusif ini terus diambil.
Ketua Pusbisindo, Laura Lesmana Wijaya, mengapresiasi Kementerian Kominfo atas fasilitas yang diberikan, menyebutnya sebagai langkah positif dalam mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam membangun bangsa.
Untuk mengetahui update hasil survei 15 lembaga survei capres-cawapres Pilpres 2024 silahkan lihat di sini:
https://qc.pojoksatu.id/
Inisiatif kolaboratif antara Kementerian Kominfo, Gerkatin, dan Pusbisindo menegaskan bahwa inklusivitas adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap suara, termasuk dari penyandang disabilitas, didengar dan dihargai dalam proses demokrasi.***
