POJOKSATU.id, JAKARTA-- Program makan siang gratis yang dicanangkan pasangan capres cawapres terpilih Prabowo – Gibran, saat ini masih belum jelas terkait pelaksanaannya.
Menurut Clarissa Magdalena, Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran masih sangat simpang siur. Bagaimana ekosistemnya dibentuk? Apakah sudah memenuhi standar gizi memadai?
Demikian dikatakan Policy and Advocacy Manager Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Clarissa Magdalena dalam diskusi publik bertajuk “Salah Arah Kebijakan Makan Siang Gratis” yang diselenggarakan Next Policy di kawasan Cikini Jakarta Pusat, Minggu (24/3).
Baca Juga: Jorji Gagal Juara Swiss Open 2024, Takluk dalam Duel 81 Menit Lawan Juara All England
“Program makan siang gratis ini memang masih sangat simpang siur. Bagaimana ekosistemnya dibentuk? Apakah sudah memenuhi standar gizi memadai? Bagaimana program ini diposisikan dalam sistem kesehatan nasional?” kata Clarissa.
Clarissa menilai bahwa program makan siang gratis belum cukup untuk bisa dikatakan efektif mengatasi stunting. Menurutnya, yang diperlukan adalah evaluasi terhadap sistem dan tata kelola kesehatan.
“Stunting itu adalah masalah kompleks yang harus dievaluasi dengan melihat secara keseluruhan tata kelola kesehatan, dan tidak cukup hanya dengan menggunakan program tunggal seperti program makan siang gratis," kata Clarissa.
“Masyarakat sipil saat ini harus mengawasi dan memberikan masukan dengan ketat. Mumpung program ini masih belum keluar sebagai kebijakan teknis," sambungnya dilansir RMOL.
Sementara itu, Survei Litbang Kompas pada 5-7 Maret 2024 menemukan fakta bahwa program makan siang dan susu gratis yang dikampanyekan presiden dam wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah program bidang ekonomi paling diingat publik.
Survei juga menemukan bahwa program bantuan gizi anak balita dan Ibu hamil adalah agenda yang perlu diprioritaskan Pemerintahan Prabowo-Gibran setelah mereka resmi dilantik.
Baca Juga: Mudik Gratis TNI AL Rute Jakarta ke Semarang dan Surabaya, Tak Ada ke Sumatera dan Sulawesi
Aktivis Gerakan 98 dari ITB, Khalid Zabidi menyebut bahwa dua agenda program kesejahteraan rakyat itu adalah yang paling diingat dan diinginkan para pemilih Prabowo Gibran pada Pilpres 2024.
“Dua program tersebut menyebabkan Prabowo mendapatkan keunggulan dalam hal elektabilitas dan akhirnya terpilih menjadi Presiden,” kata Ketua Dewan Pembina Relawan Muda Prabowo-Gibran (RMPG) dalam keterangan yang diterima, Minggu (24/3/2024).
Khalid menyebutkan bahwa dua program tersebut akan menjadi dua agenda utama selama 2024 hingga 2029.***

