POJOKSATU.id - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia buka suara soal pernyataan calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut hilirisasi yang dilakukan oleh pemerintah dirasa ugal-ugalan karena kerap merusak lingkungan dan didominasi tenaga kerja asing.

Bahlil merasa bingung dengan pernyataan tersebut. ia menyebut, pernyataan itu menggambarkan bahwa tidak Cak Imin tidak paham hilirisasi di sektor pertambangan.

"Itu yang saya bingung. Itu akibat mereka nggak paham," kata Bahlil, Rabu (24/1/24)

Bahlil mengatakan, hilirisasi dan industri tambang diwajibkan memenuhi kaidah norma dalam aturan Undang- Undang.

Baca Juga: Pemko Medan Apresiasi Kampung Wisata Ramah Anak di Medan Belawan, Wujudkan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Mulai dari perizinan Amdal hingga semua permasalahan harus diselesaikan, sebelum pabrik dari hilirisasi itu berjalan.

"Jadi, kalau sudah memenuhi standar, di mananya yang ugal-ugalan?" ucap Bahlil.

Ia juga mengatakan perkembangan hilirisasi maupun pertambangan tidak berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Di Sulawesi Tengah misalnya, di sana masih banyak warga yang miskin meski tingkat perekonomian daerah itu tumbuh hingga 14 persen.

Baca Juga: Doakan Menang di Pilpres 2024, Forum Habaib Se-Jawa Barat Deklarasi Dukungan untuk Ganjar-Mahfud

"Sulteng pertumbuhan ekonominya 14 persen, tapi rakyatnya masih miskin. Hilirisasi apa yang mau akan kita lakukan? Sementara ilegal masih terus berlanjut," kata dia.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alfiandi Afnan dengan judul (sesuai judul artikel sama persis tinggal copy paste)