POJOKSATU.ID- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menemui calon wakil presiden, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Pertemuan tersebut berlangsung di markas DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2023).
Kedatangan Din Syamsuddin disambut langsung oleh Cak Imin beserta petinggi PKB.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin meminta bantuan Din Syamsuddin untuk membantu memenangkan dirinya bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Habib Rizieq Singgung Soal Perang Dunia Ketiga, Minta Umat slam Persiapkan Diri
Dia berharap ormas-ormas Islam dan tokoh agama untuk membantu memenangkan Anies-Cak Imin di Pilpres 2024 mendatang.
"Kita berharap tokoh-tokoh Islam ini, pimpinan ormas islam ini nanti kita harapkan membantu kemenangan Amin (Anies-Muhaimin)," kata Cak Imin.
Din Syamaudin sendiri telah menyatakan dukungannya untuk Anies-Cak Imin.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Pensiunan Perwirawan TNI, 62 Tahun Jadi Hafiz Belajar di Pos Satpam
Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan jajaran di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Kamis lalu (26/10).
Din yakin warga Muhammadiyah akan mendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).
Kendati begitu, dia mengatakan Muhammadiyah tak terafiliasi dengan partai politik. Namun, dia menyebutkan Muhammadiyah membebaskan warganya untuk terjun di dunia politik.
"Tentang Muhammadiyah, saya mohon maaf sebenarnya tidak punya kewenangan untuk menyatakan karena saya di Muhammadiyah,"
Baca Juga: Gerindra Ungkap Ada Pihak-pihak yang Mau Jegal Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Siapa Dia?
"Hanyalah seorang ketua pimpinan ranting tingkat Kelurahan Pondok Labu, maka kami di organisasi sangat berdisiplin mengikuti pimpinan pusat Muhammadiyah," tuturnya.
Dia mengatakan, Muhammadiyah memberi kebebasan kepada warganya untuk fantasyiru fil ahza, bertebaran di banyak partai politik.
Din Syamsuddin mengatakan, Muhammadiyah tidak mengatur tentang pilihan politik warga Muhammadiyah.
"Namun dapat dipastikan khittah Muhammadiyah berbunyi sejak tahun 71 tidak mempunyai hubungan struktural dan organisatoris serta tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun," tuturnya.***
