POJOKSATU.id-
Calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dilakukan secara ugal-ugalan.

Oleh sebab itu, Luhut mengundang cawapres 01 berkunjung ke daerah-daerah industri nikel.

"Saya pengen sebenarnya mengundang Muhaimin (Cawapres nomor urut 1) berkunjung ke Weda Bay, ke Morowali lihat sendiri seeing is believing gitu," ujar Luhut lewat akun pribadi Instagramnya @luhut.pandjaitan, Rabu (24/1/2024).

Sebelumnya, Cak Imin juga menyatakan hilirisasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo, merusak lingkungan dan hanya didominasi oleh Tenaga Kerja Asing.

Baca Juga: CUKUP SATU dari 5 Skenario Ini Berjalan Besok Malam, Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia 2023

"Sulteng pertumbuhan ekonominya 14 persen, tapi rakyatnya masih miskin. Hilirisasi apa yang mau akan kita lakukan? Sementara ilegal masih terus berlanjut," ujar Cak Imin.

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada debat keempat, Minggu (21/01/2024).

Menanggapi ucapan dari Cak Imin, Luhut mengungkapkan jumlah TKA dalam proyek hilirisasi hanya berkisar 10-15%.

Luhut juga mengungkapkan seiring pelatihan yang diberikan untuk tenaga kerja Indonesia, jumlah TKA akan terus berkurang.

Baca Juga: Pengoperasian KA Papandayan dan KA Pangandaran Perkuat Konektivitas di Jawa Barat

Ia juga menyebut perkembangan hilirisasi dan pertambangan tak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurut Luhut, Cak Imin jangan memberikan informasi yang tidak tepat, untuk mendapat suatu posisi.

"Menurut saya itu bukan satu karakter yang bagus untuk mencapai sesuatu posisi, anda membohongi publik dengan memberikan informasi seperti tadi," ucap Luhut.***

Artikel ini ditulis oleh Humaira Dara Asyari dengan judul "Buntut Sebut Hilirisasi Ugal-ugalan, Luhut Slepet Cak Imin: Jangan Bohongi Publik!".