POJOKSATU.id - Wali Kota Medan, Bobby Nasution dinobatkan sebagai tokoh nasional di Sumatera Utara (Sumut) oleh para raja dan tokoh masyarakat Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel).
Pengukuhan menantu Presiden Jokowi ini dilakukan di Alaman Bolak, Kota Padangsidimpuan, pada Minggu (3/3/2024) lalu.
Tak hanya mendapat pengukuhan sebagai Tokoh Nasional, suami Kahiyang Ayu ini pun mendapat gelar kehormatan adat yakni Sutan Porang Gunung Baringin Naposo.
Penetapan Bobby Nasution sebagai tokoh nasional menuai pro dan kontra dari masyarakat.
Berikut deretan kontroversi Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan.
1. Lampu Pocong
Publik tentunya masih mengingat salah satu proyek gagal di Kota Medan, yaitu lampu jalan atau kerap disebut lampu pocong.
Baca Juga: Silaturahmi dengan Media, Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat Ajak Wartawan untuk Jalin Komunikasi dengan Baik
Dalam unggahan di akun X nya, pada 9 Mei 2023, Bobby Nasution menyatakan proyek gagal Lampu Estetik. Ia pun mengungkap alasan mengapa lampu ini dinyatakan gagal.
“Karena baik dari material yang digunakan, speknya, jarak antar lampunya, pokoknya banyak sekali hampir menyeluruh ini tidak sesuai dengan spek” kata dia dalam videonya.
Belum lagi persoalan Wali Kota ini meminta pengembalian dana dan pembongkaran ulang oleh kontraktor yang memenangkan tender lampu pocong ini.
Uang Rp 21 Miliar lebih yang sudah diberikan juga diminta untuk dikembalikan oleh Walikota Medan ini.
Selain itu, pembongkaran lampu ini juga harus dilakukan oleh pemilik bangunan, karena ternyata bangunan ini belum diserahkan pada Pemerintah Kota Medan.
Menanggapi pengembalian dana, seorang pengguna jalan bahkan mengatakan bahwa Wali Kota Medan ini sedang melucu.
Baca Juga: Terima Audiensi Gabungan Serikat Pekerja Jabar, Komisi V DPRD Jabar Dorong Penerbitan Kepgub
Bagaimana tidak, karena kegagalannya sudah sejak awal pemilihan penanggungjawab proyek ini. Menurutnya, lampu ini bahkan tidak memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat.
2. Harimau mati di Medan Zoo
Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo merupakan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pemerintah Kota Medan. Ironisnya, tidak ada tenaga medis yang mengawasi kondisi satwa di sana.
Sejak November 2023 hingga Januari 2024 sebanyak 4 ekor harimau mati di Medan Zoo tersebut. Kondisi kandang satwa di Medan Zoo yang tidak sesuai standar juga menjadi sorotan publik.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan jika Medan Zoo akan ditutup sementara waktu untuk memperbaiki manajemen di dalamnya.
3. Medan anti-LGBT
Pada 2 Januari 2023, melalui akun X-nya @bobbynasution, ia memberikan pendapatnya jika Kota Medan anti LGBT.
“Kota Medan tidak ada LGBT, kita anti LGBT” tulisnya.
Di postingan selanjutnya, ada perkataan lanjutan dari Wali Kota Medan ini tentang tidak ada etnis apa pun yang mendukung LGBT. “Kalau banyak LGBT, bonus demografi tidak akan tercapai” lanjutnya.
Baca Juga: Putra Polo Srimulat Beberkan Kronologis Sang Ayah Dilarikan ke Rumah Sakit dan Meninggal Dunia
Tentunya statemen menantu Jokowi ini mendapat respon dari berbagai pihak. Menurut Pendamping Komunitas Transpuan Indonesia, pernyataan dari Wali Kota Medan ini akan berpotensi melahirkan diskriminasi terhadap perbedaan orientasi seksual dan gender.
4. Apresiasi Polisi Tembak Mati Begal
Masih melalui akun Twitter miliknya @bobbynasution, pada Senin, 10 Juli 2023, ia menuliskan apresiasi kepada pihak kepolisian karena tembak mati begal.
“Saya baru saja mendapatkan informasi bahwa Kapolrestabes Medan beserta jajarannya telah berhasil menembak mati salah satu pelaku begal sadis yang sangat meresahkan,” cuit Bobby.
Baca Juga: Bey Machmudin Sebut Reformasi Birokrasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Menurutnya, begal dan pelaku kejahatan sangat mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat Kota Medan.
“Hal ini sangat kami apresiasi, karena begal dan pelaku kejahatan tidak punya tempat di Kota Medan karena sangat mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat,” lanjut Bobby melalui cuitannya.
Hal itu kemudian menuai pro dan kontra di masyarakat. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Sumatera Utara (KontraS SUMUT) menanggapi pernyataan Bobby ini dalam akun Instagramnya yang menyatakan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan ini merupakan penegakan hukum yang serampangan atau pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing).
Menurut lembaga ini, penegakan hukum harus dijalankan dengan mekanisme yang benar dan tidak melanggar hukum itu sendiri.
Sebenarnya, pengukuhan Bobby Nasution menjadi tokoh nasional sudah berlangsung pada 4 Februari 2024 lalu. Namun, kabar ini baru menjadi perbincangan sebulan kemudian.
Bobby juga sempat membagikan momen saat dirinya melakukan acara adat untuk menerima gelar tersebut di Kota Padangsidimpuan.
Terlihat sang istri, Kahiyang Ayu juga turut mendampingi.
Menurut Bobby, gelar itu merupakan suatu kehormatan yang sangat tinggi bagi dirinya. ***

