POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengingatkan peserta pemilu dan partai politik (parpol) untuk tidak melakukan kampanye yang berpotensi membuat ribut masyarakat.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf meminta kepada parpol untuk melakukan kampanye dengan cara damai dan kondusif.

"Jangan diajak ribut, bertengkar, berkelahi, dan sebagainya. Kasihan masyarakat," kata Ketua Umum PBNU di sela acara International Summit of Religious Authority (ISORA) di Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

Pria akrab dipanggil Gus Yahya ini berharap peserta Pemilu 2024 agar tidak menggunakan isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) dalam berkampanye.

Baca Juga: Kampanye Bakal Dimulai Besok, Ganjar Sebut Mahfud MD Belum Dapat Izin dari Presiden Jokowi

Misalnya, ketika berkampanye mengenai Palestina, dia meminta pasangan capres-cawapres maupun calon legislatif (caleg) untuk mengedepankan gagasan dan strategi damai sebagai jalan keluar.

"Asalkan enggak ngajak ngamuk saja, tapi kalau dia misalnya punya gagasan tentang strategi yang masuk akal,"

"Ya bisa ditempuh untuk jalan keluar. Itu bisa didiskusikan, jangan sekedar ngajak orang ngamuk," kata Yahya.

Baca Juga: Diprediksi yang Bertarung di Putaran Kedua Prabowo vs Anies, Tapi Ormas Islam Cenderung Pilih No 2

Gua Yahya menjelaskan bahwa konflik Palestina dan Israel tidak bisa dianggap sebagai konflik beragama.

Sebab, masalah di Palestina merupakan tragedi kemanusiaan dan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Israel.

"Kita minta sungguh-sungguh supaya masyarakat ini tidak membawa isu tentang konflik di Palestina ke dalam isu pertentangan agama," ucapnya.

"Jangan sampai, itu berbahaya sekali. Dan tidak sepatutnya itu dilakukan," tutur Gus Yahya.

Untuk diketahui, KPU telah menetapkan masa kampanye Pemilu 2024 selama 75 hari.

Masa kampanye akan dimulai dari 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dan akan diakhiri dengan pemungutan suara pada 14 Februari 2024.***