POJOKSATU.id, JAKARTA-- Beredar surat reshuffle kabinet di sosial media grup- grup Whatsapp (WA), terdapat 13 nama menteri yang bakal kena reshuffle oleh Presiden Jokowi.

Dalam surat reshuffle ke-7 tersebut mayoritas menteri yang digeser berasal dari PDIP.

Kop surat daftar reshuffle ke 7 langsung ditandatanganu oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Sayangnya surat ini tanggal dan bulannya tidak dicantumkan.

Adapun menteri- menteri yang reshuffle yaitu berjumlah 11 menteri, ditambah Panglima TNI dan Kepala BIN.

Menteri yang diganti yaitu, Menteri ATR/BPN yang saat ini dijabat oleh Hadi Tjahjanto digantikan oleh Indrajaya Murod.

Baca Juga: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Merosot Jelang Pilpres 2024, PPP : Kita Ingin Menang Pemilu bukan Survei

Menteri ESDM yang dijabat oleh Arifin Tasrif digantikan oleh TB Muhammad Sulaiman, Sekretaris Kabinet yang dijabat oleh Pramono Anung digantikan oleh Yandri Susanto.

Lalu, Mendes PDTT yang dijabat oleh Abdul Halim Iskandar digantikan oleh Eko Putro Sandjojo, Menkumham Yasonna Laoly yang merupakan politisi PDIP digantikan oleh Yusril Ihza Mahendra.

Kemudian, Mensos Tri Rismaharini digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menpan RB Abdullah Azwar Anas digantikan Ibnu Susilo, Menpora Dito Ariotedjo digantikan Ilham Permana.

Selanjutnya Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia digantikan Andi Sapran, Menko Polhukam Mahfud MD digantikan Hadi Tjahjanto.

Baca Juga: Jelang Dimulai Masa Kampanye, Ketum Partai Pengusung Ganjar-Mahfud Berkumpul, Ini Mereka Bahas

Kemudian Mendikbudristek Nadiem Makarim digantikan Kadarsah Suryadi, dan Panglima TNI Yudo Margono digantikan Agus Subiyanto.

Terakhir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan digantikan oleh Dudung Abdurrahman.

Surat reshuffle tersebut langsung dibantah oleh pihak istana. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bahwa informasi itu tidaklah benar alias hoaks.

"Ini hoaks," kata Pratikno kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Ia juga menegaskan, untuk saat ini tidak ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

"Tidak ada rencana reshuffle," tegasnya.***