POJOKSATU.ID- Pengamat politik Syahrial Mayus mengatakan, bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto, harus jeli memilih bacawapresnya.

Selain faktor elektabilitas, Prabowo juga diminta memilih bacapres yang bersih dari kasus dan potensi masalah hukum.

"Kalau mau aman, Prabowo pilih cawapres yang kalau bisa bersih dari catatan kasus hukum," kata Syahrial saat dihubungi Kamis 21 September 2023.

Baca Juga: Resep Ayam Saus Tiram Cocok Untuk Sarapan Pagi, 5 Menit Langsung Jadi!

Menurut Syahrial, berdasarkan pengalaman pada Pemilu dan Pilpres sebelumnya. Banyak kampanye hitam dan saling serang dengan membongkar kasus-kasus lama.

Apalagi, kata dia, Ketum Partai yang berkoalisi dengan Prabowo Subianto diduga banyak yang bermasalah secara hukum.

"Sejarah membuktikan di pemilu apalagi pilpres selalu terjadi black campaign, saling serang, saling bongkar borok lawan," ujarnya.

Baca Juga: Lirik dan Terjemahan lagu Kpop DALALA - YUJU eks GFRIEND

Karena itu, kata dia, dari beberapa nama Ketum Partai koalisi hanya nama Yusril yang dapat dikatakan bersih dari catatan hukum.

Oleh karena itu, Prabowo sebagai Capres harus betul-betul jeli memilih pendampingnya.

"Sementara Yusril bersih dari kasus hukum. Saya kira semua data itu harus jadi pertimbangan serius," tandas Syahrial.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Kartun untuk Temani Sarapan Kamu Di Pagi Hari, Dijamin Seru!

Nama Airlangga beberapa waktu lalu dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Belakangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan terdapat banyak masalah dalam pelaksanaan proyek di BUMN.

BPK menyebut 13 proyek di BUMN yang didanai dengan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp.10,49 triliun hingga saat ini belum selesai. Temuan BPK itu bisa saja menyeret nama Erick sebagai Menteri BUMN.

Baca Juga: Dianggap Penyebab Pasar Sepi, Melaney Ricardo Ungkap Penghasilan Jualan di Live Tiktok

Seperti diketahui, Bakal Capres Prabowo Subianto telah mendapat dukungan parpol pengusung yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Parpol ini terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, PBB, PSI, Gelora dan terbaru telah bergabung Partai Demokrat.

Saat ini Prabowo Subianto terus menggodok nama bakal cawapresnya. Setidaknya ada tiga nama potensial yang banyak disebut yaitu Airlangga Hartarto usulan Golkar, Erick Tohir usulan PAN, dan Yusril Ihza Mahendra usulan PBB.

Baca Juga: Binus University Hadirkan Program Studi AI! Cocok Untuk yang Berminat di Teknologi Kecerdasan Buatan

Di luar itu, ada isu Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi yang kini menjabat Walikota Solo. Ada juga beberapa nama di luar nama tersebut, antara lain Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid. ***