POJOKSATU.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, buka suara terkait isu dirinya akan membubarkan BUMN dan diganti menjadi koperasi. Anies mengatakan hal itu sebagai fitnah.
"Ada jenis informasi yang kalau kita dengar sudah tahu ini masuk akal. Kalau ada informasi yang kita dengar tidak masuk akal dan dikutip oleh yang memegang kewenangan, maka yang memegang kewenangan tidak sedang menggunakan akal sehat," kata Anies Baswedan di acara Desak Anies di Semarang pada Senin (5/2/2024).
Anies mengatakan tidak masuk akal untuk menghapus BUMN untuk diganti koperasi merupakan sesuatu yang mustahil. Ia mempertanyakan kerangka berpikir kritis yang digunakan menteri yang bersangkutan.
"Jadi ketika kemudian itu malah pak menterinya yang ngomong, lho pak menterinya memang tidak berpikir kritis gitu? Dimana critical thinking-nya? Gitu kira-kira sebelum ngomong soal substansinya. Ini jelas tidak masuk akal. Justru (BUMN) harus ditata ulang," ujarnya.
Baca Juga: Bukan Suap, Kabid Humas Sebut Kasus PPPK Batu Bara 2023 Dugaan Pemerasan oleh Kadis Pendidikan Cs
"Yang ingin saya sampaikan itu tidak benar. Itu fitnah, fitnah yang tidak masuk akal," tambahnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa BUMN harus menjalankan fungsi negara sebagai korporasi. Anies tak ingin BUMN dipandang sebagai pencari untung untuk negara.
"Jadi badan usaha milik negara jangan dipandang sebagai badan mencari untung bagi negara. Negara tidak bekerja mencari untung. Saya tadi malam katakan, negara tidak berdagang dengan rakyatnya," jelas Anies.
Sebelumnya, Erick Thohir sempat menyinggung bahwa Anies akan mengganti BUMN menjadi koperasi. Menurutnya, hal itu akan membuat 1,6 juta pegawai BUMN yang akan kehilangan pekerjaan.
Untuk mengetahui update hasil survei 15 lembaga survei capres-cawapres Pilpres 2024 silahkan lihat di sini:
https://qc.pojoksatu.id/
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alfiandi Afnan dengan judul "Anies Respon Erick Thohir Soal BUMN Diganti Koperasi: Fitnah yang Tidak Masuk Akal". ***
