POJOKSATU.id, JAKARTA — Debat capres ketiga yang digelar Minggu (7/1) menyisakan satu fakta dimana Capres No 1 Anies Baswedan terlihat sering bersitegang dengan Capres No 2 Prabowo Subianto.
Anies dan Prabowo ini terlihat bersitegang soal alutsista bekas, kemudian juga dalam alokasi pertahanan di debat ketiga capres di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu malam.
Namun pada sisi lain, Prabowo terlihat sering setuju dengan pendapat Capres No 3 Ganjar Pranowo, bahkan Prabowo sampai menyebut mereka satu buku bacaan dalam berbagai hal.
Mulanya Anies menanggapi Prabowo. Anies menyayangkan utang negara digunakan untuk membeli alutsista bekas.
Baca Juga: Inilah 5 Daftar Tempat Perlengkapan Sekolah Paling Lengkap di Bandung untuk Persiapan Siswa!
"Utang-utang yang kita gunakan untuk aktivitas produktif. Jangan utang itu digunakan untuk kegiatan yang nonproduktif, misalnya utang dipakai untuk membeli alutsista bekas oleh Kementerian Pertahanan. Itu bukan sesuatu yang tepat," kata Anies.
Menurut Anies kalau memang mau membeli alutsista sekalian saja membeli yang berkualitas.
"Justru kita harus sebaliknya kita kerjakan," kata Anies lagi.
Capres No 2 ini terlihat menggelengkan kepala, tersenyum dan mengangkat bahunya.
Prabowo pun menanggapi Anies, Prabowo mengaku tak mengerti dengan Anies dan dimana dia membaca masalah pertahanan itu.
Prabowo menyinggung masalah alutsista bekas ini. Menurutnya memang itu alutsista bekas dan kebanyakan negara juga seperti itu, namun itu persentase bekasnya masih sedikit.
Baca Juga: Jangan Terlewat! Jadwal Pertandingan Seru Arsenal VS Liverpool Malam ini
"Tadi ya sekali lagi Pak Anies ngomong-ngomong barang bekas, Pak Anies ternyata tidak mengerti pertahanan, saya bersedia Pak Anies, mengundang Pak Anies, di tempat yang Pak Anies suka, saya akan bawa data, saya akan bawa data yang sebenar-benarnya," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan apa yang disampaikan Anies soal alutsista bekas menyesatkan dan seorang profesor tidak pantas bicara demikian.
Sebab, kata dia, alutsista bekas yang ada di Indonesia masih berusia muda.
"Jadi barang-barang bekas itu, menurut saya, menyesatkan rakyat, itu tidak pantas seorang profesor ngomong begitu. Karena dalam pertahanan, hampir 50 persen alat alat di mana pun adalah bekas, tapi usianya masih muda," ujar dia.***

