POJOKSATU.id, JAKARTA-- Capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengkritisi kebijakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Menurut Anies Baswedan, sebaiknya anggaran untuk pembangunan IKN dialihkan untuk hal-hal lebih mendesak dan menjadi persoalan yang harus segera diatasi.

“Rakyat kita hari ini membutuhkan tambahan puskesmas, membutuhkan tambahan sekolah,” kata Anies Baswedan melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Selain itu, Anies berpendapat biaya pembangunan IKN sebaiknya digunakan untuk menyelesaikan nasib tenaga didik yang masih honorer.

Baca Juga: Inilah Nama-nama Caleg DPRD Kabupaten Bogor 2024 dari Partai Perindo

“Hari ini kita masih punya PR yang begitu banyak, yang pada waktu sekarang urgent untuk diselesaikan," ujarnya.

Menurutnya, hal ini jauh lebih urgent untuk disikapi ketimbang melakukan Pembangunan IKN. Oleh karena itu, Anies lebih setuju anggaran pembangunan ibu kota baru itu dialihkan untuk kesejahteraan guru.

"Guru honorer kita belum diangkat dan katanya anggarannya kurang, kenapa anggaran itu tidak dipakai untuk mengangkat guru-guru,” tandasnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan juga mengkritisi kebijakan food estate yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga: Nasdem Tolak Gubernur DKI Jakarta Ditunjuk Presiden, Usulkan DPRD Dibentuk di Kabupaten dan Kota Dengan Syarat Begini

Dia menjelaskan alasannya ingin menggantikan kebijakan food estate dengan contract farming alias pertanian kontrak.

Menurut Anies Baswedan, kebijakan pertanian kontrak akan menguntungkan para petani.

Dengan kebijakan contract farming para petani bisa tetap menjual hasil produksi mereka kepada konsumen dengan harga yang relatif baik dan memiliki kepastian pembelian produk.

Sedangkan food estate, kata Anies, sangat terikat dan dikuasai oleh pemilik modal. Sebaliknya, pertanian kontrak adalah bentuk kerja sama antara pemilik modal dan petani.

Baca Juga: Tersangka Gratifikasi di KPK, Wamenkumham Eddy Hiariej Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden

Hal itu disampaikan Anies dalam acara Konferensi Orang Muda yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu 25 November 2023.

"Harapannya dengan pola contract farming ini maka petani di seluruh Indonesia punya kesempatan memperoleh nilai tambah atas kerja mereka dan sistem yang berkeadilan untuk semua," jelas Anies.

Sikap politik yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu pun berbeda dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang berkomitmen melanjutkan proyek tersebut.

Baca Juga: 22 Korban Tewas Akibat Erupsi Gunung Marapi Sumbar Sudah Diidentifikasi, Berikut Identitasnya Menurut Data DVI

Anies menilai food estate tersebut kurang memihak kepada para petani karena pengembangannya berbasis pada praktek korporasi.

Oleh karena itu, dia ingin menggantikan food estate dengan contrack framing atau pertanian kontrak bila terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Sementara kita butuh sebaliknya, kita justru membutuhkan agar petani yang tempatnya ada di seluruh wilayah Indonesia bisa mendapatkan kesetaraan, kesempatan agar produknya ikut di dalam pasar produksi pertanian," ujar dia.***