POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai hilang kontaknya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atau SYL saat kunjungan ke luar negeri diduga stres berat memikirkan kasusnya.
Apalagi kabarnya Syahrul Yasin Limpo atau SYL sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.
"Yang jelas itu kelihatannya sedang stres dan pusing karena sudah tersangka," kata Ujang saat dihubungi pojoksatu.id, Rabu 4 Oktober 2023.
Ujang juga menyayangkan sifat seorang pejabat Syahrul Yasin Limpo yang tidak memberikan kabar, baik itu kepada KPK, terlebih kepada rakyat Indonesia.
Baca Juga: Masih Ada Peluang Prabowo Menyatu dengan Ganjar, Pengamat Ini Beberkan Analisanya
"Saya tidak tahu itu akal- akalannya. Tapi sangat disyangkan kalau tidak berkabar ke KPK, ke rakyat Indonesia," ujarnya.
Karena itu, kata Ujang, sebagai seorang pejabat publik, harusnya Syahrul Yasin Limpo berani mempertanggungjawabkan semua dugaan yang ditudingkan terhadap dirinya.
"Tapi sebagai warga yang baik harusnya Mentan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.
SYL hilang kontak di tengah penyelidikan dugaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian oleh KPK.
Baca Juga: Profil Lengkap Tito Karnavian, Menteri yang Minta Masyarakat Ganti Beras ke Ubi dan Singkong
Pekan lalu, rumah dinas SYL di Jakarta digeledah KPK. Namun, lembaga antirasuah itu belum menetapkan tersangka secara resmi dalam kasus tersebut.
Kabar bahwa Mentan SYL hilang kontak diungkapkan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa 3 Oktober 2023.
"Sabtu (30/09) atau Minggu (01/10) harusnya (SYL) sudah kembali (ke Indonesia). Baru dua, tiga hari (tidak bisa berkomunikasi dengan SYL)," kata Harvick.
Namun kabar hilang kontaknya SYK dibantah Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni.
Ia menegaskan SYL belum pulang karena tengah berobat untuk sakit prostat. Menurutnya, SYL akan kembali pada 5 Oktober.
"Pak Mentan kena prostat jadi nggak bisa pulang ke Indonesia tanggal 1 Oktober," kata dia.****
