POJOKSATU.id, JAKARTA-- Isu koalisi Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo makin mencuat. Isu dipasangkannya Prabowo dengan Ganjar sama sekali tak pernah dibahas di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Dengan ramainya isu tersebut, banyak pihak yang berasumsi sangat sulit bila Ganjar Pranowo berpasangan dengan Prabowo Subianto. Terlebih bila Prabowo Subianto menjadi cawapresnya Ganjar.
Nah, dengan dinamik politik yang mulai memanas. Ditambah lagi isu Ganjar Pranowo akan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Setidaknya ada 5 fakta di balik mencuatnya isu koalisi Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo sebagai berikut.
Baca Juga: Partai Gerindra : Nama Khofifah Dipertimbangkan Jadi Ketua Tim Sukses Prabowo
1. Belah Bambu
Isu yang mencuat Prabowo Subianto akan berkoalisi dengan Ganjar Pranowo itu diduga ada upaya belah bambu.
Dalam dinimika politik ini, ada upaya melakukan belah bambu terhadap koalisi Parpol pendukung Prabowo Subianto yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.
Selain itu, banyak pihak yang gagal memprediksi dengan perginya PKB dan bergabungnya Partai Demokrat ke dalam KIM.
Bergabungnya Partai Demokrat bersama Parpol lain yang sudah bergabung sebelumnya, justru makin memperkuat elektabilitas Prabowo Subianto.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Netflix yang Cocok untuk Menemani Hari Santai pada Akhir Pekan Kamu
"Ini juga semakin menyolidkan koalisi Parpol pendukung Pak Prabowo," kata Haris Rusly Moti, Wakil Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08.
Isu koalisi Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo dinilai sebagai operasi opini untuk menciptakan keragu-raguan dengan tujuan memecah belah komitmen dari koalisi Parpol yang mendukung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden.
Tak hanya itu, operasi opini ini sengaja dikembangkan oleh pihak-pihak yang memecah belah KIM yang sudah dibangun.
Jika juga diperhatikan dari opini yang berkembang seakan Prabowo Subianto akan ditempatkan menjadi cawapresnya Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Lelah Dijodoh-jodohkan Netizen, Fuji : Kalian Enggak Punya Hak Ngatur Kehidupan Percintaan Aku
Padahal seluruh Parpol yang tergabung di dalam KIM itu berkomitmen untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres, dan bukan sebagai cawapres siapapun.
Namun bisa dipastikan, jika benar ada niat buruk seperti itu, diyakini tidak akan terwujud, karena saat ini partai politik yang tergabung di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), justru makin solid dan kuat mengusung dan memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke 8 di Pilpres 2024 mendatang.
2. Kubu Lain Panik
Beredarnya isu koalisi Prabowo Subianto dengan Ganja Pranowo, itu hanya bukti kepanikan pihak-pihak lain. Termasuk kepanikan kubu pendukung capres tertentu yang tidak ikhlas menyaksikan makin kuat dan solidnya Kaolisi Indonesia Maju (KIM).
Padahal bila dilihat lagi elektabilitas Prabowo Subianto terus mengalami peningkatan yang tajam setelah Koalisi Indonesia Maju (KIM) tampil solid dan kuat dengan visi kebangsaan dan kerakyatan.
Tampak pula ada kepanikan dari pihak pendukung capres tertentu sehingga mereka memunculkan reaksi dengan operasi opini untuk men-downgrade sosok Prabowo Subianto bukan sebagai capres, tapi sebagai cawapres.
Namun lagi-lagi, sosok yang dimaksud pihak yang merasa panik itu tidak disebutkan secara detail, sosok siapa yang dimaksud.
"Adanya kepanikan di kubu pendukung capres tertentu yang tidak ikhlas menyaksikan makin kuat dan solidnya Kaolisi Indonesia Maju (KIM)," ujar Haris.
3. Relawan Tetap Prasangka Baik
Meski diterpa isu tidak sedap dengan koalisi tersebut. Akan tetapi Rumah Besar Relawan Prabowo 08 tetap berhusnuzon atau prasangka baik terhadap isu-isu yang bergulir tersebut.
Prasangka baik itu, mungkin saja dalam isu koalisi Prabowo-Ganjairi ada niat baik untuk memperkuat dan mempersatukan elemen dan komponen yang mempunyai kesamaan visi kebangsaan.
Visa dan misi kesamaan yang dimaksud itu, yaitu dengan mempersatukan sosok senior sarat pengalaman seperti Prabowo Subianto sebagai capres dengan sosok junior seperti Ganjar Pranowo sebagai cawapres.
"Tentu patut diapresiasi jika benar ada niat baik dan mulia seperti itu," ungkap Haris.
Sebelumnya, Prabowo sendiri sudah menanggapi ihwal peluangnya berpasangan dengan Ganjar pada Pilpres 2024.
Namun, ia menjawab diplomatis ketika ditanya soal isu dirinya akan koalisi Ganjar.
"Yang kita dambakan adalah selalu persatuan, kerukunan. Apapun yang terjadi kita harus rukun.***
